Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah warga di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, mengeluhkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang dinilai tidak konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Ketidakpastian jadwal pengaliran air membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terlebih di momen hari-hari besar. Air disebut sering mengalir di waktu yang tidak menentu dengan durasi yang sangat singkat.
Salah seorang warga, Hariadi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut, jadwal distribusi yang sebelumnya relatif tertib kini tidak lagi bisa diandalkan.
“Waktu pengaliran sekarang tidak menentu. Air sering mati atau kecil saat jadwal yang seharusnya milik kami. Padahal beberapa bulan lalu masih tertib,” ujarnya dengan nada kesal, Minggu (29/3).
Menurutnya, debit air yang mengalir juga kerap sangat kecil, sehingga pengisian bak penampungan atau tower air menjadi sangat lambat, bahkan tidak terisi sama sekali.
“Hari ini kami hanya dapat angin saja, airnya tidak keluar. Jadi kami ini seperti bayar angin, bukan air,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yang menilai minimnya sosialisasi dari pihak PDAM terkait gangguan teknis atau perbaikan jaringan semakin memperburuk keadaan.
“Kami bayar tagihan rutin setiap bulan, tapi layanannya justru menurun. Kalau memang ada perbaikan atau pengalihan aliran, setidaknya ada pemberitahuan supaya kami bisa antisipasi,” kata Hariadi.
Di lokasi yang sama, Sahip meminta manajemen PDAM Lombok Timur segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi teknis terhadap sistem distribusi air di wilayah tersebut.
Ia berharap, jika kendala disebabkan oleh faktor teknis seperti kerusakan pompa atau kebocoran pipa, pihak PDAM dapat menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau memang ada kerusakan, buktikan. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan tanpa kejelasan,” tegasnya.
Warga pun mendesak adanya perbaikan sistem distribusi agar pembagian air dapat dilakukan secara merata dan terjadwal dengan jelas, sehingga tidak menimbulkan ketimpangan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Lombok Timur menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga. “Kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat.(GL)








