Gledeknews, Lombok Timur – Kondisi trotoar di kawasan Hutan Kota Selong kian prihatinkan. Sejumlah bagian dilaporkan telah rapuh bahkan roboh, memicu keluhan warga yang menilai kerusakan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Salah seorang warga, Opik (28), mengungkapkan bahwa kondisi trotoar tersebut sudah lama dibiarkan rusak. Ia menyebut, penutup drainase yang menjadi bagian dari trotoar banyak yang berlubang akibat lapuk dimakan usia.
“Sudah lama kondisinya parah seperti ini, sudah bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki,” ujarnya, Kamis (2/4).
Berdasarkan pantauan di lokasi, trotoar yang mengelilingi Hutan Kota Selong, termasuk di depan Kantor Bupati Lombok Timur terlihat mengalami kerusakan di hampir seluruh bagian. Lubang-lubang menganga tampak di sepanjang jalur pejalan kaki, memperlihatkan drainase di bawahnya.
Tak hanya itu, kondisi semakin diperparah dengan tumpukan dedaunan dan sampah yang bercampur dengan air buangan. Situasi ini membuat trotoar menjadi kotor sekaligus licin, sehingga jarang dilalui warga.
“Jarang warga lewat sini. Kalau pun lewat, harus loncat-loncat menghindari lubang. Menurut saya ini bisa membahayakan pejalan kaki,” tambah Opik.
Ia juga mengungkapkan, insiden jatuhnya warga baru saja terjadi pada hari yang sama. Seorang warga yang tengah duduk santai tiba-tiba terperosok akibat kondisi trotoar yang rapuh.
“Tadi pagi ada yang jatuh, dia hanya duduk nongkrong ngopi, tiba-tiba saja jatuh. Hanya basah pakaiannya kena air buangan, beruntung orangnya tidak apa-apa,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan sebelum menimbulkan korban yang lebih serius. Mereka menilai kondisi trotoar tersebut sudah tidak layak digunakan dan membahayakan keselamatan.
“Kalau bisa diperbaiki lah, karena ini sudah membuat orang terjatuh. Jangan sampai menunggu ada korban lagi berikutnya,” tutupnya.(GL)








