Gledeknews, Lombok Timur – Pihak Polres Lombok Timur (Lotim) langsung bergerak dengan menindaklanjuti apa menjadi permintaan dari masyarakat Korleko pada saat melakukan aksi pada Senin (30|9).
Dimana pihak polres Lotim langsung turun ke lokasi tambang dengan bersama-sama dengan masyarakat menutup sejumlah titik tambang galian C, yang mengakibatkan wilayah tersebut terdampak akibat aktifitas dari tambang galian C.
Demikian ditegaskan Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Darma Yulian Putra, SIK, M.Si, kepada media ini saat dikonfirmasi langsung, pada Selasa (1|10).
“Kita sudah tindaklanjuti dan kita sudah tutup tambang galian C di wilayah terdampak di Desa Korleko,” kata I Made Darma.
Sebelumnya, Ratusan warga Korleko, Kecamatan Labuha Haji, Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi ke kantor DPRD Lotim, Polres Lotim dan Kantor Bupati Lotim, Senin (30|9).
Aksi dilakukan seiring dengan maraknya tambang galian C di Korleko yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Dengan merugikan lahan pertanian milik warga sekitar terhadap keberadaan tambang tersebut.
Massa aksi membawa berbagai famplet bertuliskan penolakan keberadaan tambang galian C di karleko untuk segera ditutup,termasuk air limbah bekas galian tambang juga dibawa massa saat aksinya.
Aksi dimulai dari kantor DPRD Lotim dengan menyuarakan aspirasinya agar anggota dewan melek terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini seperti halnya masalah tambang galian C tersebut.
Kemudian setelah itu melanjutkan aksinya ke kantor Polres Lotim dengan meminta agar tambang galian C segera ditutup dan mengusut adanya oknum aparat kepolisian yang bermain dibalik tersebut,sehingga keberadaan tambang itu tetap eksis.
“Kami minta polisi segera tutup tambang galian C di Korleko dengan berikan deadline waktu dua hari,” teriak koordinator massa aksi dalam orasinya di depan Mapolres Lotim.(GL)








