Gledeknews, Lombok Timur – Ada dua desa di Kecamatan Sambelia yaitu desa Sajang dan Obel-Obel terindikasi memenangkan perusahan yang tidak memenuhi standar yang sudah di tentukan oleh pemerintah dalam tender. Seharusnya memenangkan perusahan penyediaan barang yang memenuhi syarat dan standar Nasional.
Akan tetapi dalam tender atau lelang bisa
terkait pengadaan Septic Tank, yang dilakukan ditingkat desa tersebut pihak desa diduga memenangkan perusahan penyedia yang tidak memenuhi syarat dan standar spesifikasi barang yang sesuai dengan yang menjadi standar dari program itu.
“Kita khawatir penerima manfaat menjadi korban, seharusnya dia menerima barang yang layak sesuai standar spesifikasi. Tapi karena tidak barang yang diterima tidak sesuai spesifikasi, akhirnya meledak saat digunakan seperti beberapa daerah lain,” ungkap Erwin Hidayat salah satu pemuda Lombok Timur, Jumat (2|8).
Dikatakannya, program tersebut merupakan pemberian bantuan dari pemerintah pusat direktorat jenderal bidang cipta karya pada Kementrian PUPR, tentunya dengan bantuan tersebut diharapkan barang septic tank yang diterima oleh masyarakat kualitas sesuai standar spesifikasinya.
Oleh karena itu, Ia ingatkan kepada Pemdes untuk tidak tidak sembarangan menangkan perusahan yang tidak mampu menyiapkan barang sesuai dengan standar ditentukan.
dicontohkan peristiwa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tiba-tiba septic tank meledak, tentu ini bisa menjadi referensi untuk lebih berhati-hati dalam menentukan siapa pemenang tendernya.
“Jangan hanya karena seorang oknum mau dapat untung, tapi masyarakat penerima manfaat jadi korban,” tegasnya.
Ia juga mengharap bantuan yang di berikan pemerintah pusat melalui pengadaan oleh pihak ke tiga, untuk diawasi oleh aparat penegak hukum (APH).
“Kita minta APH untuk mengawasi proses penyerahan bantuan itu, agar masyarakat menerima bantuan sesuai standar,” tandasnya.(GL)








