Gledeknews-Lotim. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), merupakan organisasi para aktivis mahasiswa progresif yang didirikan bersamaan dengan gelombang perjuangan menggulingkan rejim Orde Baru hingga pada tuntutan penuntasan agenda reformasi, penghancuran sisa-sisa kekuatan Orde Baru, demokratisasi dalam segala aspek politik, ekonomi dan budaya, serta pembentukan Pemerintahan Rakyat, sehingga sampai saat ini para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi LMND tersebut dikenal sebagai para aktivis haluan kiri, karena selalu konsen dan keras dalam mengkritisi semua kebijakan pemerintah.
Dalam perjalanannya LMND kemudian meredup dari berbagai perjuangan yang katanya pro masyarakat miskin dan masyarakat marginal, sehingga atas dasar itulah kemudian beberapa pentolan aktivis LMND di Kabupaten Lombok Timur membentuk wadah yang diberi nama LIGANTARA (Lingkaran Keluarga Bintang Merah) sebagai forum komunikasi dan silahturahmi bagi para mantan aktivis LMND yang juga dihajatkan untuk melanjutkan visi misi dan perjuangan LMND.
Salah satu Mantan Ketua Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah NTB, Andra Ashadi,SH yang ikut dalam rapat pembentukan LIGANTARA sebagai penjelmaan kembali dari LMND tersebut menyampaikan ke media ini “bahwa saya secara pribadi memberikan apresiasi atas terbentuknya LIGANTARA namun saya menolak untuk bergabung dalam kepengurusan Lingkaran Keluarga Bintang Merah (LIGANTARA)”.
LIGANTARA dibentuk oleh para alumni aktivis LMND yang sama-sama kita ketahui LMND dikenal sebagai wadah perjuangan para aktivis mahasiswa yang berhaluan kiri dan keras, ujar Andra.
Saya menolak masuk dalam kepengurusan LIGANTARA, tegas pria flombayan yang akrap di panggil bung Andra kepada awak media gledeknews di Selong,(4/2/2021).
Andra yang juga sebagai Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) NTB ini, menjelaskan alasan tidak mau masuk kepengurusan karena dirinya banyak tanggungjawab di organisasi lain dan juga tidak ingin wadah alumni ini dipolitisisasi. Namun meski begitu dirinya sangat mengapresiasi terbentuknya wadah alumni ini yang telah membuat tempat sebagai ajang bershilaturahmi, karena secara nasional tidak ada wadah khusus untuk alumni LMND. Ungkapnya.
”Saya sangat apresiasi terbentuknya dan secara pribadi menolak masuk dalam kepengerusan,” tutupnya. (Red).








