Gledeknews, Lombok Timur – Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim), kondisinya memprihatinkan. Plafon ruang kelas jebol, hal ini tentu sangat membahayakan siswa saat proses belajar.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah melaksanakan proses pembelajaran siswa di musholla. Kondisi ini sudah lama bahkan pihak sekolah mengusulkan untuk dilakukan perbaikan melalui Dapodik sudah dilakukan di tahun 2022.
Akan tetapi belum ada kepastian dan tandak lanjutnya. Sehingga pihaknya bersurat kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan tembuskan ke Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Inspektorat dan UPTD. Hal ini dilakukan untuk bisa direspon cepat.
Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SD 2 Sakra Selatan, Iskan Pedrian, S. Pd, saat dikonfirmasi Senin (19/5).”Sekolah sudah pengusulan dan dari UPTD Dikbud Kecamatan sudah melihat, tapi sampai sekarang belum ada tidak lanjut. Makanya kami mencoba bersurat kembali ke Dinas,” katanya.
Lebih jauh ditegaskannya, kondisi bangun itu sangat tidak layak untuk ditempati proses pembelajaran siswa, karena saat membahayakan. Tentu kondisi ini harus dilakukan perbaikan, agar pembelajaran yang dilakukan oleh siswa lebih nyaman dan tidak membahayakan siswa itu sendiri.
“Kalau saya tidak laporkan kondisi ini nanti kami yang disalahkan oleh Dinas. Makanya kita laporkan kondisi sekolah ini lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah sangat berharap kepada pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dikbud Lotim untuk bisa merespon dan menindaklanjutinya. Karena kondisi atapnya parah dan tentu ini bisa membahayakan.”Kita berharap untuk segera diperhatikan, supaya nanti di kemudian hari tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dikbud Lotim Jumadil, saat dikonfirmasi mengatakan meminta pihak sekolah itu untuk datang langsung ke Dinas dengan membawa dokumen.
“Kita minta Kepsek menghadap dan kita tunggu di Dinas dengan membawa Dokumennya. Bertepatan juga dari pihak kementerian akan datang survei besok supaya nanti kita sampaikan dan semoga bisa menjadi prioritas nantinya,” tegasnya singkat.(GL)








