Gledeknews, Lombok Timur – Kasus perundungan (bullying) masih terjadi di lingkup pendidikan di Lombok Timur (Lotim). Terbaru, di lingkungan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggarang Barat (NTB) menjadi korban bullying yang dilakukan oleh teman di sekolahnya, dan memicu perhatian dari salah wali siswa.
Berdasarkan informasi dihimpun sebutkan peristiwa tersebut mencuat setelah adanya laporan siswa yang menjadi korban perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa temannya. Wali murid justru sebelumnya tidak mendapatkan informasi langung dari keponaannya.
Akan tetapi wali murid yang merupakan paman dan korban bullying mendapatkan informasi dari temannya. Dimana korban diperlakukan melalui pernyataan langsung dan melalui pesan WhatsApp, dengan kata -kata yang menyinggung.
Akibatnya korban mengalami tekan dan terjadi ganguan pada fisikis dan sering berdiam diri dan nangis sendiri di kamar.
Atas peristiwa itu, pada Selasa (24/9) Wali murid mendatangi sekolah, untuk meminta penjelasan dan melakukan penanganan serius dari pihak sekolah terhadap kasus bullying.
“Kami sebagai orang tua tidak ingin kasus seperti ini dibiarkan. Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan untuk mendapatkan perlakuan kasar,” tegas Ahmad Joni S.H selaku wali murid korban Bullying.
Sementara Pihak SMAN 1 Masbagik melalui Guru Bimbingan Konseling, akan mendalami kasus ini, pihaknya juga akui pernah adanya kasus bullying di sekolah. Karan itu, pihaknya akan segera menemui korban bullying kerumahnya dan memanggil semua pihak yang terlibat.
“Kami akan melakukan mediasi antara siswa, orang tua, dan guru. Sekolah juga akan memberikan pembinaan khusus agar perundungan tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk memperkuat pengawasan dan pendidikan karakter. Sekolah diharapkan tetap menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik.(GL)








