Gledeknews, Lombok Timur – Para kepala Desa di Lombok Timur (Lotim) yang belum warganya mendapatkan distribusi paket sembako melakukan protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim.
Pasalnya untuk sementara proses pendistribusian paket sembako senilai Rp 40 Milyar dengan sasaran penerima sebanyak 273 ribu dihentikan karena alasan cuaca.Dengan akan melanjutkan proses pendistribusian setelah lebaran idul Fitri.
“Kita protes ke Pemkab Lotim kok proses pendistribusian paket sembako dihentikan sementara, patut menjadi tanda tanya kita, kenapa demikian,’ kata para kades di Lotim, Senin (27/3).
Para kades mengatakan dari 239 desa se Lotim hampir sebagian besar yang belum didistribusikan paket sembako tersebut. Apalagi kami sudah membagikan kupon kepada warga yang akan mendapatkan paket sembako tersebut.
Maka tentunya kami yang menjadi sasaran atas penundaan tersebut sedangkan warga membutuhkan paket sembako itu di bulan penuh berkah ini.Dengan alasan cuaca
Namun kemudian dari Pemkab Lotim menunda pendistribusiannya paket sembako tersebut.Dengan lagi alasan cuaca,tapi itu sepertinya Pemkab Lotim cari alasan pembenar untuk menutupi kekurangan dalam pendistribusian paket sembako ini.
” Saat-saat ini warga butuh paket sembako itu kalau sudah selesai lebaran agak kurang,” ujarnya seraya mengatakan makanya di group Forum Kades Lotim ribut dan melakukan protes.
Sementara Sekda Lotim HM.Juani Taofik dalam penjelasannya menjelaskan sebagaimana petunjuk terakhir bahwa distribusi paket sembako dalam rangka stabilisasi harga, mulai hari ini s.d tanggal 30 maret 2025 fokus 3 kecamatan yakni Terara, Sikur dan Masbagik.
Sementara terhadap yang sebelumnya sudah diinfokan akan menerima paket ini sebelum lebaran utk memaklumi kondisi Sikon yang kurang bersahabat.
“Diharapkan legowo Bapak Ibu Camat lainnya. Hal ini semata-mata pertimbangan Cuaca yang diluar kendali kita,sedangkan untuk kecamatan lainya, distribusi paket sembako dilanjutkan H Plus 2 lebaran,” terang Juani Taofik.(GL)








