Gledeknews,Lombok Timur-Kericuhan antara mahasiswa, Pol PP dan Kepolisian tidak terhindarkan, dimana kericuhan tersebut terjadi ketika mahasiswa menyuarakan tuntutannya, namun pengaman Aksi melakukan tindakan fisik.
Kejadian itu terjadi saat puluhan massa aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur, melakukan demo didepan kantor Inspektorat Lombok Timur (Lotim).
Dalam aksi tersebut massa aksi mengangkat isu terkait “Retribusi Bocor PAD Merosot”. Massa aksi mulai suarakan isi itu mulai dari depan kantor Kejaksaan, kantor Bupati dan kantor Inspektorat. Selasa (08|11).
Koordinator umum massa aksi, Samsul Hadi juga Ketua Eksternal PMII Lotim mengatakan dengan adanya Aparat Penegak Hukum (APH) yang anarkis kepada massa aksi, ia akan membuat perhitungan apa yang telah di lakukan kepada anggotanya.
“Saya akan instruksikan semua kader di Lotim untuk menggeruduk polres Lotim. camkan itu, ” ucapnya dalam orasinya setelah aksi anarkis terjadi.
Bahkan kata dia, jagan sampai ada tindakan anarkis di lakukan oleh Kepolisian dan Pol PP, tetapi massa aksi harusnya di jaga dan di lindungi bukan di Pukul dan lain sebagainya.
“Kenapa kami datang aksi kesini karena ada permasalahan yang harus kami selesaikan bukan begitu cara kalian, kalau sahabat- sahabat saya lecet yang tadi di bawa masuk itu saya akan membuat perhitungan sampai kapanpun,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Eksternal PMII Lotim Suhandi menyampaikan, telah bermain tangan atau fisik terhadap dirinya dan anggotanya.
“Katanya mengamankan tetapi tetapi merak telah bermain fisik,” katanya.
Bahkan ia meminta kepada pihak Kepolisian, Pol PP dan pihak dari Inspektorat, ia kaum mahasiswa dan berintelektual paham terhadap adat etika. Dan jelas-jelas pihak keamanan membukakan gerbang tadi, katanya namun nyatanya ketika ia mau masuk, malah mereka mendorong massa aksi dan di pukul.
“Kami sebagai anak-anak pergerakan akan membuat perhitungan kepada pihak-pihak yang menjadi aktor mendorong-dorong massa aksi tadi, kami tidak takut ketika menyuarakan keadilan,” terangnya.
Bahkan, lanjut dia, kedatangan melakukan aksi itu, untuk menyampaikan apa yang menjadi temuannya di lapangan, bukan menuduh ataupun menjustifikasi. Apa yang di suarakan saat ini sesuai dengan realita temuannya.
Tetapi sambungnya, belum ia menyampaikan tuntutannya dan belum menerima penjelasan dari Inspektur Inspektorat, namun kekerasan yang ia terima.
“Intinya sekali lagi hari ini kami akan membuat perhitungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Timur Slamet menjelaskan, di Pol PP fungsi pertamanya adalah pengamanan dan berada di barisan kedua setelah kepolisian, dan tidak ada niatan dari pihaknya melakukan tindakan Represif.
“Jadi fungsi kami hanya mengamankan supaya mengahalau massa aksi tidak masuk batas yang sudah di tentukan sampai dimana melakukan demo, itu tugas kami sebenarnya,” katanya.
Namun, anggotanya yang melakukan main fisik ia akan memanggilnya dan memberikannya teguran agar kedepannya tidak melakukan hal-hal yang main fisik.
“Jadi kedepannya kita akan lebih mengedepankan aspek-aspek yang humanis,” tangkasnya.(GL)








