Gledeknews, Mataram – Pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, telah mengirim hasil uji laboratorium terhadap sampel menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim), yang sebelumnya diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Informasi tersebut disampaikan Humas BBPOM Mataram, Winar Tutik. Ia sebutkan bahwa hasil uji telah dikirimkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Dinas Kesehatan Lotim pada Jumat pekan lalu.
“Hasil uji sudah dikirim ke Dinas Kesehatan provinsi dan Lotim hari Jumat kemarin. Silakan ditanyakan ke Dikes sebagai pemilik sampel,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada (11/5).
Namun demikian, BBPOM menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk mempublikasikan hasil tersebut kepada pihak lain. Seluruh informasi resmi, lanjutnya, berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan sebagai pihak pengirim sampel.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, belum memberikan rincian hasil uji laboratorium tersebut. pihaknya masih akan melakukan koordinasi internal sebelum sampaikan keterangan resmi ke publik.
“Akan kami koordinasikan dengan satgas, nanti kami menunggu dari satgas untuk informasi yang akan disampaikan” ujarnya singkat.
Sedangkan, Ketua Satgas MBG Lotim, H. Ahyani, ungkapkan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Kami akan koordinasikan dulu dengan Kadis Kesehatan,” katanya.
Sebelumnya, insiden dugaan keracunan massal tersebut dilaporkan menimpa sekitar 51 penerima manfaat program MBG, sehingga memicu perhatian publik dan mendorong dilakukannya uji laboratorium terhadap sampel makanan.(GL)








