Gledeknews,Lombok Timur-Salah satu mahasiswa asal Lombok Timur yakni Rohman Rofiki bersama satu temannya diusir dari wisma NTB di Jakarta oleh pengelola Wisma tersebut. Dengan kejadian Senin malam (1|11).
Mahasiswa tersebut datang ke Jakarta untuk mengantarkan data mengenai persoalan Bantuan Sosial (Bansos) di Lotim kepada Menteri Sosial RI,Tri Rismaharini.
” Kita diusir dari Wisma NTB di Jakarta oleh pengelolanya,padahal belum ketemu dengan Mensos,” kata Ropiki.
Menurutnya dirinya datang ke Jakarta dengan menggunakan uang yang digunakan untuk membayar SPP di kampusnya. Guna bertemu dengan Mensos,karena sebelumnya saat berkunjung ke Lotim Mensos meminta data tersebut.
” Makanya kami datang ke Jakarta untuk membawa data yang diminta Mensos,” ujarnya.
Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) ini menjelaskan dirinya datang bersama dengan satu orang rekannya datang ke Jakarta untuk bertemu Menteri.
Namun sebelumnya dirinya datang ke Wisma NTB untuk bermaksud menginap, akan tapi apa yang didapatkan pengelola di Wisma NTB mengusir kami,sehingga harus terlantar di ibukota metropolitan.
” Niatku tulus untuk di perjuangkan masyarakat Lombok timur, tapi sayang mungkin ini resiko perjuangan” tandasnya.
Ditempat terpisah Pengelola Wisma NTB di Jakarta,Thantowi Jauhari dengan tegas mengatakan tidak ada pengusiran,meskipun tidak ada rekomendasi dari Gubernur NTB, Wakil Gubrrnur NTB dan Sekda NTB.
Akan tetapi mereka sudah diberikan menginap selama empat hari sesuai dengan permintaan awal mereka.
” Tidak ada pengusiran,karena sudah kita fasilitasi menginap selama empat hari,” ujarnya.
Menurutnya sebagaimana sebagaimana aturan yang ada untuk menginap gratis di wisma NTB tetunya harus disertai dengan rekomendasi.
“Aturannya, Kalau mau meminta kamar gratis di Wisma NTB harus ada rekomendasi dari Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda NTB. Tentunya dengan Surat rekomendasi atau melalui wstahapp mengenai tugasnya.
” Harusnya ada rekomendasi,akan tapi meski mereka tidak ada rekomendasi kami sudah memberikan menginap di wisma NTB,” tandasnya lagi.(GL).








