Gledeknews, Lombok Timur – Ratusan massa kembali melakukan penolakan pengerjaan Proyek SPAM. Kali ini ratusan massa yang datang dari berbagai Wilayah yang ada di Kabupaten Lombok Timur, Selasa (30|5). Massa datang dari berbagai Desa atara lain, Sangiang, Padamara, Rumbuk, Lepak dan beberapa wilayah lainya.
Ratusan massa ini dari Pekasih dan para petani yang mendatangi kantor Desa Kotaraja, menduga bahwa ada pertemuan Pemda dengan masyarakat Kotaraja terkait pengerjaan program SPAM Selatan. Kedatanganya Ini untuk melajukan penolakan tehadap program tersebut.
“Kami mendatangi kantor Desa Kotaraja untuk menyuarakan penolakan, kami mengira ada kegiatan dihadiri Pemda disini,” ungkap salah satu pekasih asal Padamara, Lalu Suherman.
Kepala Desa Kotaraja, L. Supiandi, saat menemui massa mengatakan, sampai dengan saat ini, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga dihentikan sementara atas kesepakatan Pemerintah Desa dengan Pemerintah Daerah (Pemda).
Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar masyarkat Kotaraja juga saat ini masih menolak pembangun proyek SPAM Selatan.
“Posisi kita juga saat ini sama yakni menolak, namun sebaiknya bapak-bapak menyuarakan ke pejabat yang berwenang mengeluarkan kebijakan,” jelasnya.
Tidak Puas, usai dari kantor Desa Kotaraja, masa selanjutnya menuju lokasi pembanguan IPA yang berlokasi di Desa Kota Raja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, untuk pastikan apakah pembanguan proyek ini masih beraktifitas atau tidak.
“Kita ada 12 Pekasih yang datang, kita datang untuk menolak pengerjaan program SPAM ini,” tegas Ishak asal padamara ikut datang ke lokasi Pembanguan IPA dalam program proyek SPAM Selatan.
Sementara menurutnya dengan program ini akan sangat berdampak kepada hadsil pertanian dan twrmasuk juga kepada para petwrnak yang mana dengan program ini sengat berpengaruh
Sementara menurut Ahyar rosidi asal brolelet, Dengan programa SPAM Selatan ini masyarakat di utara akan sangat merasakan dampak dari pengambilan air yang bersumber dari sungai crodet, apa lagi pada saat musim kemarau.
Dalam kecepatan itu, massa juga mengancam dengan tegas, akan datang kembali untuk melakukan aksi di lokasi pembangun IPA. Apa bila pengerjaan SPAM tersebut dilanjutkan.
“Kalau diambil dari sungai crodet akan terjadi kekeringan, kita minta proyek ini dibatalkan, cetusnya dengan nada keras.
Sementara itu, Kapolsek Sikur, AKP Dewa Astawa dalam berdialog dengan masa di Lokasi IPA SPAM Selatan dan meminta masa membubarkan diri dengan tertib agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Pada kesempatan itu pula, ia menjelaskan kepada massa, bahwa saat ini tidak ada aktivitas dan di Stop sementara pembangunan IPA yang ada di Kotaraja.
“Kalaupun masyarakat menyampaikan penolakannya, maka sampaikanlah dengan tertib, jangan sampai mengganggu kepentingan umum,” himbaunya.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi anarkis sampai melakukan pengerusakan, sehingga tidak berhadapan dengan hukum nantinya.
“Kalau ada penolakan sampaikan secara tertib dan humanis agar tidak merugikan siri sendiri,” tandasnya.(GL)








