Gledeknews, Lombok Timur – Sebanyak 2.576 agen perlinsos dilibatkan dalam pendataan di digitalisasi bantuan sosial. Dengan para agen tersebut terdiri atas unsur aparatur sipil negara (ASN).
Seperti PNS maupun PPPK penuh dan paruh waktu sebanyak 1.243 orang, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) 333 orang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) 16 orang, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) 143 orang, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) 137 orang, unsur pemerintah desa 254 orang, kepala lingkungan/kader 400 orang, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebanyak 50 orang.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik dalam laporannya dihadapan Bupati Lotim, Jumat (31/7).
“Ribuan agen Perlinsos di Lotim dilibatkan dalam pendataan,” terangnya.
Menurutnya Lotim menjadi satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah percontohan atau pilot project dalam transformasi digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos.
Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pendaftaran masyarakat Lotim agar dapat mengakses dan mengaplikasikan sistem digitalisasi perlindungan sosial.
“Kita harapkan kegiatan ini berjalan lancar dengan kerjasama semua pihak,” tandasnya.(GL)








