Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Kesehatan Lombok Timur mencatat adanya peningkatan kasus influenza dalam tiga pekan terakhir. Meski terjadi kenaikan, tren tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran dan belum mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim), H. Syahid Ramdan, mengungkapkan peningkatan kasus mulai terpantau sejak minggu ke-36 hingga minggu ke-38 melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR) yang dilakukan secara berkala.
“Dalam tiga minggu terakhir memang ada peningkatan, tetapi kenaikannya masih landai dan belum signifikan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah kasus tahun ini masih lebih rendah,” ujarnya.
Sebaran kasus influenza saat ini dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Beberapa di antaranya seperti Puskesmas Rarang, Sakra, dan Datakami mencatat adanya peningkatan, meskipun secara umum belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.
Mayoritas kasus didominasi pasien rawat jalan dengan keluhan umum berupa demam, batuk, serta gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang identik dengan influenza.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan suhu udara lebih panas dan meningkatkan paparan debu, yang berdampak pada daya tahan tubuh masyarakat serta memicu gangguan saluran pernapasan.
“Musim kemarau yang panjang, cuaca panas, serta meningkatnya debu menjadi faktor yang ikut memicu kenaikan kasus. Dari pemantauan kami, tren ini memang muncul bersamaan dengan kondisi cuaca tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan situasi masih dalam kondisi terkendali. Pemantauan akan terus diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, apabila tren kasus menunjukkan lonjakan di luar batas kewajaran, pihaknya akan segera meningkatkan respons dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
“Untuk saat ini masih dalam taraf kewajaran. Ada peningkatan, tetapi belum menunjukkan lonjakan signifikan,” pungkasnya.(GL)








