NTB-Mataram-GledekNews. Rencana Pembangunan kereta gantung dikawasan gunung Rinjani menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat, karena dinilai akan merusak lingkungan yang berakibat terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar.
Salah satu elemen masyarakat NTB yang menolak rencana pembangunan kereta gantung tersebut, yaitu salah satu LSM yang tergabung dalam Asosiasi Masayarakat Pedalaman (Ampan NTB) dengan tegas menyatakan menolak Rencana pembangunan kereta gantung yang direncanakan akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTB dari Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, mendapatkan respons tegas dari Asosiasi Masayarakat Pedalaman (AMPAN NTB) .
Pasalnya, pembangunan kereta gantung ke depannya dianggap merusak ekosistem di kawasan tersebut.
Muhammad Hatta, SH Kabid Lingkungan Hidup Dan Tata Ruang (AMPAN NTB) menilai, jika pembangunan kereta gantung ini direalisasikan maka sebagian besar hutan akan rusak akibat alih fungsi hutan.
“Kajian terhadap dampak yang akan ditimbulkan harus betul-betul dilakukan secara matang,” katanya, Sabtu (29/4/22).
Meski kereta gantung berada di atas hutan, namun dampak ke depannya akan sangat besar bagi kerusakan kawasan hutan.
Menurutnya, tidak menututup kemungkinan setelah kereta gantung jadi, maka akan diikuti pembangunan lainnya seperti villa, restoran, dan fasilitas penunjang lainnya dan tentunya pembangunan yang ada akan sangat merusak ekosistem sehingga mengakibatkan rusaknya kawasan hutan yang berdampak terhadap terjadinya bencana alam, ujarnya.
Untuk itu, dia mengingatkan kepada para pemangku kebijakan untuk selektif dalam memberi izin demi keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini.
Hatta, Prihatin dengan keadaan alam ini, dimana, bencana sering terjadi akibat ulah manusia itu sendiri yang tidak bisa menjaga alam.
“Mari kita belajar dari daerah wisata Batu Malang yang dalam setahun bisa digempur banjir berulang kali sebagai akibat dari rusaknya hutan,” ucapnya.
Dia menegaskan, bahwa Ampan NTB harus bersuara dengan tegas menolak pembangun kereta Gantung Proyek Pemprov ini. Jika pembangunan tersebut terjadi maka akan menyebabkan kerusakan bagi lingkungan, maka kami sangat tidak setuju dan oleh karena itu kami dari Ampan NTB dengan tegas menolak pembangunan kereta gantung tersebut,” tegasnya. (GL).








