GledekNews-Lotim. Bertempat di Lesehan Arbi, Desa Rempung,kecamatan Pringgesela,Kabupaten Lombok Timur,Sabtu (22|8) dari Lotim Pusat Studi Pengembangan dan Pengkajian Masyarakat (PSP2M) NTB menggelar kegiatan diskusi kebangsaan dengan tema,” penguatan rasa nasionalisme dan patriotisme kebangsaan melalui hari kemerdekaan RI,”.
Dengan dibuka langsung Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Lotim, M.Isa. Dengan dihadiri sebanyak 30 orang peserta berasal dari Front Pembela Islam (FPI), Laskar Mujahidin, Mahasiswa, Akademisi dan aktivis.
Sementara pemateri berasal dari Sekban Kesbangpoldagri Lotim, Zaitul Akmal, Tokoh FPI, Eko Rahardi, Ketua DPD JAMAN NTB, Andra Ashadi.
Dalam sambutannya Kepala Kesbangpoldagri Lotim, M.Isa mengatakan kegiatan diskusi kebangsaan ini sangat bagus sekali dalam menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan patriotisme dikalangan masyarakat kita saat ini.
Karena kewajiban kita sebagai warga negara indonesia untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dengan mengambil moment peringatan 17 agustus yang merupakan hari kemerdekaan RI.
“Tugas kita bersama untuk terus menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya.
Menurut mantan Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Lotim, kalau dilihat saat ini sudah mulai terjadi dekradasi bangsa.Dengan mulai berkurangnya nilai nasionalisme terhadap bangsa dan negara.
Mak tentunya menjadi tugas kita untuk terus menjunjung semangat nasionalisme agar tidak pudar.Dengan terus semangatkan jiwa nasionalisme yang sudah tertanam sejak dulu.
“Meskipun kita berasal dari berbagai elemen yang berbeda tapi satu jwa sebagai warga negara yang cinta NKRI,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Pusat Studi Pengembangan dan Pengkajian Masyarakat (PSP2M) NTB, Yul Alfian Hadi dalam laporannya mengatakan kegiatan diskusi kebangsaan ini bertujuan untuk tetap menguatkan rasa nasionalisme dan patriotisme dikalangan anak bangsa.
Karena semua kita memiliki tugas yang sama untuk tetap menjaga NKRI ini dengan setulus hati. ” Diskusi kebangsaan ini mengambil moment peringatan 17 Agustus,” tegasnya.
Kemudian setelah dilakukan pembukaan dilanjutkan dengan tiga pemateri menyampaikan paparannya setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan diskusi sesuai dengan tema diskusi yang telah ada.(Red).








