Gledeknews, Lombok Timur – Pengusaha dan Direktur PT Bintang Timur, yang sekaligus distributor pupuk di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) H. Burhanudin, mengungkapkan bahwa ketersedian pupuk bersubsidi untuk musim tanam tahun 2024, ada penambahan kuota dari pusat untuk Lombok Timur.
“Pupuk ini tidaklah langka tetap ada pembatasan pupuk subsidi yang diberikan pemerintah terharap tanaman komoditi tertentu saja,” kata H. Burhanudin yang juga menjabat Anggota DPRD Provinsi NTB. Sabtu (12|10).
Dikatakannya, dari 73 komoditi tanaman yang di taman oleh petani, hanya 9 jenis komoditi tanaman yang disubsidi pupuknya oleh pemerintah. Dari 9 jenis komoditi terbagi atas 3 dari unsur pangan, 3 dari holtikultura, dan 3 unsur perkebunan.
“Ada 9 komoditas utama yaitu, Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Kopi, Tebu, dan Kakao,” bebernya.
Sehingga, pupuk dibutuhkan oleh semua jenis tanaman petani, tetapi hanya beberapa komoditas yang disubsidi oleh pemerintah. Sehingga taman yang tidak disubsidi ini terjadi kekurangan kebutuhan pupuk.
Sedangkan banyak tanaman yang ditanam oleh para petani, salah satunya tembakau dan itu tidak masuk dalam kategori yang diberikan pupuk bersubsidi oleh pemerintah.
“Artinya pupuk itu langka karena tanaman yang tidak masuk kategori tidak disubsidi pupuknya, namun bisa membeli pupuk Non-subsidi karenanya pupuk itu terkesan mahal,” terangnya.
Sementara disinggung terkait dengan harga pupuk baik Bersubsidi maupun Non-subsidi, ia tegaskan itu sudah sesuai dengan juklak Juknisnya dan semua sudah ditentukan oleh pusat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian.
Sehingga kalau ada pihak yang mengatakan bahwa ia bisa mengatasi masalah pupuk itu salah besar apalagi oleh distributor pupuk dan itu bisa dikatakan tidak benar (bohong-red).
“Pemerintah daerah hanya bisa memperbaharui jumlah penerima pupuk bersubsidi sehingga bisa diterima oleh petani sesuai peruntukkan dan jumlahnya,” tandasnya.(*)








