Gledeknews, Lombok Timur – Para perangkat Desa di Lombok Timur (Lotim) dengan tegas membantah penyataan Bupati Lotim H. Haerul Warisin yang menyatakan penentuan penerima bantuan sosial merupakan data desil dalam Data Terpadu Sosial, Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditentukan desa.
“Kami tidak pernah menentukan desil para penerima bansos,karena itu data dari Dinas Sosial, sedangkan desa hanya verifikasi dan memvalidasi saja,” kata para perangkat desa di Lotim, Kamis (12/3).
Menurut para perangkat desa, harusnya Bupati Lotim lebih cermat melihat dengan seksama siapa yang mendata dan mengeluarkan data desil penerima bantuan sosial (Bansos) tersebut.
Karena jangan sampai ketika ada persoalan ditengah masyarakat mengenai masalah Bansos ini justru pemerintah desa yang disalahkan nantinya, padahal itu yang mengurusnya data itu adalah Dinas Sosial selaku leading sektor dari program Bansos ini.
“Ketika ada masalah pihak desa yang disalahkan karena dianggap salah mendata padahal datanya itu dari Dinas Sosial,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Lotim H. Haerul Warisin menegaskan penerima bansos ini dilakukan berdasarkan klasifikasi desil yang diusulkan oleh pemerintah desa untuk kemudian dilakukan verifikasi dan validasi sebelum disalurkan
“Saya tegaskan Penentuan desil itu diusulkan pemerintah desa,” tegas Bupati.(GL)








