Gledeknews, Lombok Timur – Pernyataan seorang oknum akuntan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kecamatan Lenek memicu polemik dan reaksi keras dari kalangan jurnalis di Lombok Timur.
Pernyataan tersebut diduga disampaikan melalui status WhatsApp yang menyebut salah satu media sebagai “bobrok” serta menuding adanya upaya meminta uang rokok.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Salah satu media bobrok yang coba mengangkat isu IPAL di dapur tanpa pernah melihat dapur. Sangat lucu dan nyata sekali pengen minta uang rokok tapi caranya masih rendahan.”
Istilah “bobrok” sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna rusak atau bejat, sehingga dinilai mengandung unsur merendahkan secara serius.
Pernyataan itu sontak memicu ketersinggungan di kalangan wartawan yang merasa profesinya dilecehkan. Sejumlah jurnalis pun mendesak agar oknum tersebut segera memberikan klarifikasi secara terbuka guna mencegah persoalan meluas.
Ketua Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur, Samsurrijal, menegaskan pentingnya klarifikasi langsung di hadapan insan pers.
“Kami minta yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi langsung kepada teman-teman media agar persoalan ini tidak membiasakan,” tegasnya.
Senada, Ketua Media Independen Online Indonesia (MIO-I) Lombok Timur, Rahman, menyatakan bahwa jika pernyataan tersebut terbukti benar, maka harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan.
“Jika benar ada pernyataan menyebut media ‘bobrok’ dan menuding meminta uang rokok, itu harus ditindak tegas. Perilaku seperti ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi kebiasaan buruk,” ujarnya.
Rahman juga menilai ucapan tersebut tidak pantas dilontarkan kepada jurnalis yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Secara kelembagaan kami merasa risih. Ucapan seperti itu menyakitkan dan merendahkan profesi wartawan. Seharusnya memahami fungsi jurnalis, bukan justru berkata tidak sopan,” tandasnya.(*)








