Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah nasabah di Lombok Timur (Lotim) dilaporkan menjadi korban dugaan penipuan berkedok kredit emas yang mengatasnamakan PT Pegadaian. Peristiwa ini mencuat pada Rabu (17/03) dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kasus tersebut diduga melibatkan seorang oknum berinisial HDF yang mengaku sebagai pegawai Pegadaian. Dengan modus menawarkan program kredit emas, pelaku berhasil meyakinkan para korban untuk melakukan pembayaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam setiap transaksi pelaku memberikan bukti berupa resi Pegadaian. Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, nomor kontrak yang tercantum pada resi tersebut ternyata tidak terdaftar dalam sistem resmi.
“Awalnya korban percaya karena pelaku mengaku sebagai pegawai Pegadaian dan memberikan resi transaksi. Namun setelah dicek, nomor kontraknya tidak ada dalam sistem,” ungkap HR, salah satu narasumber.
Lebih lanjut, para korban disebut telah melunasi pembayaran kredit emas yang ditawarkan. Namun hingga saat ini, emas yang dijanjikan tidak pernah diterima.
Dari hasil penelusuran, HDF diduga bukan merupakan pegawai resmi Pegadaian, melainkan oknum gadungan yang memanfaatkan nama perusahaan untuk melancarkan aksinya.
“Beberapa nasabah mengaku sudah melunasi pembayaran, tetapi emasnya tidak ada. Kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum yang diduga terlibat belum dapat dihubungi. Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena berpotensi menambah daftar panjang praktik penipuan yang merugikan masyarakat, khususnya nasabah yang tergiur program kredit emas.(*)








