Lombok Timur – GledekNews, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur Muhammad Badran Achsyid, SE, mengatakan tidak dipungkiri saat ini terjadinya kebocoran terkait sumber Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Badran Achsyid juga Anggota Fraksi Partai Gerinda mencontohkan kondisi yang terjadi, dimana setoran yang seharusnya disetorkan melalui sistem Perbankkan untuk menghilangkan terjadinya penggunaan uang diluar kepentingan.
“Setoran ini harusnya melalui bank, tapi setoran dilakukan secara tunai,” ungkap Badran saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/08).
Atas dasar itu, menurut Badran, akan terlihat untuk kemudian menjadi rekomendasi dari Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan DPRD kepada pemerintah dalam hal ini eksekutif untuk dilakukan perubahan sistem – sistem.
Lebih jauh Badran juga menyebutkan, unsur Pansus pendapatan terdiri dari unsur pimpinan DPRD, unsur Komisi dan dari utusan Fraksi – Fraksi. Karena Ia melihat kebocoran ini bisa terjadi dari banyak sisi, sehingga harus dikawal.
“langkah ini kita lakukan dalam rangka Legislatif membantu Eksekutif, Saat Ini kita lagi bekerja,” cetusnya.
Selain itu, Ia juga beberkan beberapa sumber – sumber PAD terjadinya kebocoran benerapa sektor terjadinya kebocoran PAD, contohnya, dari parkir, sektor pariwisata, dari sektor galian C dan banyak sumber.
Berdasarkan itu, dari Tim Pansus menyiapkan tenaga ahli dalam rangka membantu dan membangun sistem yang bagus, supaya tidak terjadi lagi kebocoran sehingga akan ada dampak terhadap peningkatan PAD.
Bentuk keseriusan Pansus Pendapatan untuk mengawal kebocoran, dari Sekretaris Dewan sudah bekerjasama dengan tenaga ahli yang dilibatkan unsur Akademisi dari berbagai Universitas, salah salah satunya Universitas Mataram.
“Makanya kita datangkan tenaga ahli dan ini sudah dibangun kerjasama antara Sekretaris Dewan dengan tenaga ahli,” bebernya.
Ia menjelaskan saat ini sedang dalam proses pengumpulan data, dengan melakukan survei kelapangan dan lainya. dari data itu kemudian dilakukan analisa dan penggalian lebih dalam untuk disimpulkan sistemnya seperti apa. Hal ini dilakukan dalam rangka membantu pemerintah daerah.
Ditegaskan, dari hasil Pansus DPRD Lotim akan merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah yaitu pertama bagaimana kebocoran ini bisa di hilangkan, selanjutnya bagaimana membangun sistem yang bagus sehingga PAD meningkat.
“Kita prosesnya mulai dari turun ke lapangan untuk pengecekan segala macamnya. itu yang akan kita lakukan,” tandasnya. (GL)








