GledekNews.com
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Makan Gratis, Berpikir Mahal: Paradoks Gizi dalam Proyek Indonesia Emas

gledek by gledek
23/02/2026
in EKONOMI, KESEHATAN, NASIONAL, OPINI, PENDIDIKAN
0
Makan Gratis, Berpikir Mahal: Paradoks Gizi dalam Proyek Indonesia Emas
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Zainul Muttaqin (Ketua Dewan Pembina Rinjani Faudation)

ADVERTISEMENT

Gledeknews, OPINI – Kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap dipromosikan sebagai tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045. Program ini ditampil sebagai janji eskatologis negara sebuah visi keselamatan sosial yang diyakini mampu memutus rantai kemiskinan struktural melalui intervensi nutrisi.

RELATED POSTS

Wabup Lotim Apresiasi dan Fuji Kolaborasi Khitanan Massal

Kritik Keras ke BGN Menguat, Mitra Ancam Gembok Dapur MBG

Di permukaannya, kebijakan ini tampak luhur memperkuat modal manusia sejak dini. Namun, seperti banyak proyek besar negara, kemuliaan tujuan kerap berbenturan dengan realitas implementasi.

Program MBG lahir dari ambisi teknokratis yang dibalut narasi populis. Negara hadir sebagai penyedia makanan, seolah menegaskan diri sebagai “pemberi kehidupan”. Dalam narasi ini, manusia direduksi menjadi objek biologis yang sekadar kumpulan kalori, protein, dan mikronutrien.

Sebuah konsepsi tentang Homo Digestivus: manusia yang ditenangkan oleh karbohidrat, namun diabaikan kegelisahan eksistensial dan kapasitas kritisnya. Pertanyaannya kemudian, badai ketidakpastian seperti apa yang sesungguhnya sedang kita hadapi?.

Pertama, dari sisi makroekonomi, program MBG memantik perdebatan serius soal keberlanjutan fiskal. Alokasi anggaran yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah berpotensi menekan ruang fiskal negara.

Kekhawatiran akan crowding-out effect menjadi relevan: pendanaan masif untuk MBG berisiko menggerus anggaran sektor krusial lain, seperti infrastruktur pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Ketika kebijakan populistik diprioritaskan, pembangunan jangka panjang bisa kehilangan keseimbangan.

Kedua, munculnya kasus keracunan massal di sejumlah daerah pada fase awal implementasi mengindikasikan kegagalan sistemik dalam keamanan pangan. Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan problem tata kelola rantai pasok.

Ketidaksiapan dapur komunitas (SPPG), lemahnya pengawasan higienitas, serta absennya sistem audit kualitas yang independen menunjukkan jurang antara kebijakan terpusat dan kapasitas eksekusi di tingkat lokal. Program yang dimaksudkan untuk menyehatkan justru berpotensi menjadi ancaman kesehatan publik.

Ketiga, komposisi menu MBG membuka paradoks kedaulatan pangan. Ketergantungan pada komoditas impor—seperti gandum dan susu—menandakan keterputusan antara program nasional dan ekosistem agrikultur domestik. Dalam kondisi disrupsi rantai pasok global, MBG berpotensi menjadi sumber tekanan inflasi.

Kritik semakin tajam ketika kearifan pangan lokal yang setara secara nutrisi namun lebih resilien secara ekonomi justru terpinggirkan. Janji transformasi dari “program makan” menjadi “program pemberdayaan petani” hingga kini lebih banyak berhenti pada retorika.

Keempat, tata kelola implementasi yang melibatkan birokrasi berlapis dan nuansa komando menciptakan ruang bagi perburuan rente. Desentralisasi pengadaan tanpa transparansi digital yang kuat membuka peluang manipulasi nilai gizi dan porsi makanan. Asimetri informasi antara penyedia dan pengawas memungkinkan degradasi kualitas demi keuntungan vendor.

Di sisi lain, keterlibatan aparat non-sipil dalam pengawasan operasional memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan profesional dan batas peran militer dalam ruang publik sipil.

Kelima, tantangan spasial di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) memperlihatkan ketimpangan struktural yang belum terjawab. Biaya logistik yang tinggi di luar Jawa membuat harga per porsi melonjak. Untuk menyesuaikan plafon anggaran, kualitas bahan baku kerap dikompromikan. Ironisnya, wilayah yang paling membutuhkan intervensi gizi justru berisiko menerima layanan dengan kualitas terendah.

Pada akhirnya, MBG berada di persimpangan antara harapan dan petaka yang disamarkan oleh niat baik. Jika nutrisi hanya dipahami sebagai sarana mencetak tubuh-tubuh sehat namun miskin daya kritis, maka keberhasilan program ini justru menjadi ironi. Indonesia Emas yang dibayangkan bisa saja berkilau di permukaan, tetapi rapuh di dalam—tanpa kemandirian dan kesadaran kolektif.

Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan reorientasi kebijakan yang serius: akuntabilitas radikal, penguatan rantai pasok lokal yang inklusif, serta standarisasi kesehatan yang ketat dan independen.

Tanpa itu, MBG berisiko menjadi inefisiensi anggaran berskala besar—atau lebih buruk, komoditas politik yang mengorbankan masa depan anak bangsa. Negara semestinya tidak sekadar memberi makan, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan gizi dibangun di atas bukti, etika, dan keberlanjutan.(***)

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Wabup Lotim Apresiasi dan Fuji Kolaborasi Khitanan Massal

Wabup Lotim Apresiasi dan Fuji Kolaborasi Khitanan Massal

by gledek
17/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Wakil Bupati Lombok Timur HM. Edwin Hadiwijaya memberikan apresiasi dan memuji kolaborasi antara berbagai pihak dalam...

Kritik Keras ke BGN Menguat, Mitra Ancam Gembok Dapur MBG

Kritik Keras ke BGN Menguat, Mitra Ancam Gembok Dapur MBG

by gledek
15/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Ketidakpastian terkiat regulasi dan tata kelola dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memicu ketegangan antara Badan...

RSUD dr. R. Soedjono Selong Hadirkan Layanan Mamografi, Perkuat Deteksi Dini Kanker Payudara

RSUD dr. R. Soedjono Selong Hadirkan Layanan Mamografi, Perkuat Deteksi Dini Kanker Payudara

by gledek
15/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong terus perkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan fasilitas...

Bupati Soroti Pajak Kendaraan Luar Daerah dan Lampu Jalan Tak Nyala

Bupati Soroti Pajak Kendaraan Luar Daerah dan Lampu Jalan Tak Nyala

by gledek
14/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin, mendorong optimalisasi penarikan pajak daerah hingga ke tingkat kecamatan dan...

Karnaval Tenun Jadi Ikon, Alunan Budaya Pringgasela 2026 Usung Spirit Perempuan

Karnaval Tenun Jadi Ikon, Alunan Budaya Pringgasela 2026 Usung Spirit Perempuan

by gledek
14/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Event Alunan Budaya Desa Pringgasela kembali digelar pada tahun 2026, menandai satu dekade pelaksanaannya. Festival yang...

RECOMMENDED

Satuan Reserse Narkoba Polres Lotim Amankan Terduga Pengedar Sabu di Masbagik

Satuan Reserse Narkoba Polres Lotim Amankan Terduga Pengedar Sabu di Masbagik

17/07/2026
Peringati HUT ke-25, Demokrat Lotim Gelar Aksi Bersih Pantai

Peringati HUT ke-25, Demokrat Lotim Gelar Aksi Bersih Pantai

17/07/2026
  • 52.2M Fans
  • 136 Followers
  • 26.7k Followers
  • 207k Subscribers
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In