GledekNews.com
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home GLEDEK NTB

LPG 3 Kg “Langka”? Antara Fakta Pasokan dan Kepanikan Massal

gledek by gledek
27/03/2026
in GLEDEK NTB, OPINI
0
LPG 3 Kg “Langka”? Antara Fakta Pasokan dan Kepanikan Massal
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik/Kadis Kominfotik NTB

ADVERTISEMENT

Gledeknews, Mataram – Riuh soal kelangkaan LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir terdengar nyaring dari berbagai penjuru. Media sosial penuh keluhan, grup WhatsApp ramai dengan foto antrean, dan percakapan warga dipenuhi satu keresahan yang sama: gas susah didapat, harga melonjak, dan kondisi terasa semakin tak menentu.

RELATED POSTS

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Dugaan Judi Sabung Ayam di Cakranegara Dibubarkan Polresta Mataram

Sekilas, situasi ini tampak seperti krisis pasokan. Namun jika ditelisik lebih dalam, realitasnya tidak sesederhana itu.

Data justru menunjukkan arah yang berlawanan. Distribusi LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan. Hiswana Migas mencatat adanya tambahan penyaluran hingga 250 persen dari alokasi harian pada sejumlah tanggal di Maret 2026, dengan total puluhan ribu tabung digelontorkan ke pasar. Bahkan pada hari-hari tertentu, suplai masih diperkuat dengan tambahan hingga 50 persen.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus pun menegaskan hal serupa: pasokan LPG subsidi untuk wilayah Lombok dalam kondisi aman dan mencukupi. Lonjakan konsumsi memang terjadi, tetapi itu merupakan pola musiman yang berulang setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Nyepi, Idulfitri, hingga Lebaran Ketupat.

Di titik ini, narasi “kelangkaan” mulai layak dipertanyakan.

Jika pasokan diperkuat, mengapa masyarakat tetap merasakan kekurangan?

Jawabannya terletak pada persoalan klasik namun kerap luput dari perhatian: distribusi dan perilaku konsumsi.

Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu identik dengan arus mudik besar-besaran. Ribuan orang berpindah dari pusat kota ke daerah asal dalam waktu yang relatif singkat. Dampaknya langsung terasa pada peta konsumsi energi rumah tangga.

Kota seperti Mataram, yang biasanya menjadi pusat permintaan, justru mengalami penurunan konsumsi. Sebaliknya, daerah-daerah tujuan mudik mendadak dibanjiri kebutuhan dalam waktu bersamaan. Terjadi lonjakan permintaan yang tidak sepenuhnya terantisipasi secara cepat di level distribusi.

Di sinilah masalah bermula.

Stok LPG sebenarnya tersedia, tetapi tidak berada di titik dengan tekanan permintaan tertinggi. Ketidakseimbangan ini menciptakan ilusi kelangkaan—gas ada, tetapi tidak mudah diakses di lokasi yang paling membutuhkan.

Situasi diperparah oleh perubahan perilaku masyarakat. Menjelang hari raya, kecenderungan membeli lebih awal dan dalam jumlah lebih besar dari biasanya meningkat tajam. Pola ini menyebabkan stok di pangkalan cepat terkuras, meskipun distribusi tetap berjalan normal.

Ketika pangkalan kosong, masyarakat beralih ke pengecer. Di titik ini, mekanisme harga mulai keluar dari kendali. Tanpa pengawasan ketat, harga melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), memperkuat persepsi bahwa LPG benar-benar langka.

Padahal, yang terjadi bukan krisis pasokan, melainkan krisis distribusi yang diperparah oleh kepanikan.

Di era digital, persepsi bergerak lebih cepat daripada fakta. Satu unggahan tentang “gas habis” dapat menyebar luas dalam hitungan menit, menciptakan efek domino yang sulit dikendalikan. Informasi parsial dengan cepat berubah menjadi keyakinan kolektif.

Kepanikan pun menjadi bahan bakar tambahan.

Ironisnya, fenomena ini bukan hal baru. Ia berulang hampir setiap tahun, hanya dengan skala dan intensitas yang berbeda. Namun respons yang diberikan kerap masih bersifat reaktif, bukan antisipatif.

Ke depan, pendekatan distribusi harus berubah. Tidak lagi berbasis alokasi statis, melainkan berbasis mobilitas masyarakat. Data arus mudik semestinya menjadi rujukan utama dalam menentukan titik distribusi prioritas.

Extra dropping perlu dilakukan lebih awal dan lebih presisi, bukan sekadar respons saat gejolak sudah terjadi. Pengawasan distribusi juga harus diperketat hingga ke tingkat pengecer untuk memastikan harga tetap terkendali dan tidak dimanfaatkan oleh oknum.

Di sisi lain, komunikasi publik memegang peran krusial. Transparansi data dan kecepatan informasi menjadi kunci untuk meredam spekulasi. Tanpa itu, ruang kosong informasi akan selalu diisi oleh asumsi—dan sering kali, asumsi yang paling menakutkanlah yang dipercaya.

Namun, tanggung jawab tidak berhenti pada pemerintah dan penyedia energi. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas. Membeli sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan, serta lebih kritis dalam menyaring informasi adalah langkah sederhana yang berdampak besar.

Pada akhirnya, dinamika LPG 3 kg ini mengajarkan satu hal penting: tidak semua yang terasa langka benar-benar langka.

Sering kali, yang kita hadapi bukan kekurangan barang, melainkan ketidakseimbangan antara pasokan, distribusi, dan cara kita merespons situasi.

Dan selama ketiganya tidak dibenahi secara bersamaan, “kelangkaan” semu seperti ini akan terus berulang—menjadi kepanikan musiman yang sebenarnya bisa dihindari.(*)

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

by gledek
14/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka diseminasi...

Dugaan Judi Sabung Ayam di Cakranegara Dibubarkan Polresta Mataram

Dugaan Judi Sabung Ayam di Cakranegara Dibubarkan Polresta Mataram

by gledek
12/10/2026
0

Gledeknews, Mataram – Polresta Mataram bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian sabung ayam atau yang dikenal dengan...

Warga di Lotim Nyaris Sekarat Dikeroyok

Warga di Lotim Nyaris Sekarat Dikeroyok

by gledek
10/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Salah seorang warga Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nurul Abidin (31) nyaris sekarat dikeroyok...

Polisi Gerebek Cafe Tuak di Suryawangi

Polisi Gerebek Cafe Tuak di Suryawangi

by gledek
08/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak Polres Lombok Timur melakukan penggerebekan terhadap cafe tuak yang berlokasi di wilayah pantai Suryawangi,Kecamatan Labuhan...

Bupati Lotim Sebut Kerugian Serangan Siber Nasional Rp 111 Triliyun

Bupati Lotim Sebut Kerugian Serangan Siber Nasional Rp 111 Triliyun

by gledek
07/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H.Haerul Warisin menyebut potensi kerugian akibat serangan siber nasional yang mencapai sekitar Rp....

RECOMMENDED

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

14/10/2026
Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

14/10/2026
  • 52.2M Fans
  • 134 Followers
  • 26.7k Followers
  • 206k Subscribers
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In