GledekNews.com
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Penentuan Kebijakan Publik

gledek by gledek
16/05/2020
in BERITA
0
Kualitas Partisipasi Masyarakat Dalam Penentuan Kebijakan Publik
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh :

ADVERTISEMENT

H. HULAIN,SH.

RELATED POSTS

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

Direktur LCW

Partisipasi masyarakat paska reformasi masih sangat akrab ditelinga kita. Kosa kata ini menjadi perbincangan dibanyak kalangan, mulai dari penyelenggara negara sampai warung-warung kopi atau lesehan diberbagai pelosok negeri/daerah ini. Persoalan yang menyangkut partisipasi hanya sebatas wacana/selogan semata tanpa ketahuan seperti apa bentuk dan implementasinya. Semua aparat negara/daerah mengerti dan faham betul bagaimana sebuah kebijakan termasuk APBD harus disusun melalui sebuah proses yang partisipatif. Jika kita bertanya pada pengelola negara/daerah, maka jawabanya adalah semuanya sudah melalui proses konsultasi publik sebagai bentuk partisipasi. Tanpa dapat diukur berapa besaran tingkat partisipasi yang dilakukan berdampak pada kebijakan yang diterbitkan, sehingga memberikan manfaat yang sangat signifikan pada peningkatan kesejahteraan dan rasa keadilan masyarakat. Jika sudah demikian, maka dalihnya adalah kualitas partisipasi, pilihan kelompok masyarakat dan keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah.

Provinsi NTB salah satu zona merah dalam pemberantasan korupsi sebagaimana hasil survey dari beberapa lembaga anti korupsi yang ada di Indinesia, yang salah satunya adalah ICW. Berdasarkan hasil survey itu secara umum memang melihat bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pemda dalam memerangi korupsi. Namun, survey ini juga menggambarkan bagaimana ketersediaan dan keberdayaan Lembaga dan praktik di sebuah Negara/daerah yang dapat dipergunakan oleh warganya untuk mendorong akuntabilitas pemerintah terhadap kepentingan publik. Hasil survey itu tidak mengukur korupsi itu sendiri, melainkan mengukur tingkat kemampuan warga negara untuk mendorong keterbukaan dan akuntabilitas pemerintah. Indikator-indikatornya adalah sebuah checklist mengenai langkah-langkah yang bisa digunakan pemerintah untuk meningkatkan anti-korupsi reforms.

Jika kita melihat hasil indek tadi, maka terlihat adanya kepentingan public di satu sisi dengan pengelolaan pemerintahan di sisi yang lain. Artinya dari kepentingan public sangat besar keinginan dan dorongan publik guna dipenuhinya keterbukaan dan akuntabilitas pemerintahan. Sayangnya, kehendak tersebut tidak mendapat jawaban yang memadai dari masyarakat politik (parpol, DPR/D) dan pengelola pemerintahan. Kondisi ini tentu menjadi semakin runyam bak benang kusut ketika hukum dan penegakkannya sangat lemah. Hukum dan aparaturnya tidak mendukung, apalagi melindungi, desakan kepentingan publik atas pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Dalam kompleksitas masalah seperti ini tidak mengherankan kebijakan termasuk APBD tidak memberikan ruang partisipasi pada publik. Sehingga, the cycle of corruption terus berlanjut dan para pelakunya selalu menikmati dan bebas tanpa sentuhan hukum .

Jika kita melakukan refleksi dari beberapa kasus korupsi yang terjadi di NTB ini, maka ada beberapa hal yang menjadi persoalan yang perlu segera didiskusikan pemecahannya yaitu: Pertama, Masalah kita bukan pada rendahnya kualitas dan kuantitas tingkat partisifasi civil society, karena pada kenyataannya peran dan kiprah atau partisifasi civil Society sudah cukup kuat yang direpresentasikan oleh NGO, Media dan masyarakat bisnis. Kedua, Masalah kita tidak terletak pada ketertutupan mekanisme politik bagi keterlibatan warga negara dalam menuntut akuntabilitas dan keterbukaan.

Hambatan utama kita dalam mengupayakan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel adalah justru institusi-institusi dan praktik pemerintahan yang selama ini tidak menjawab desakan kepentingan publik. Yang justru terjadi, saya kira, institusi-institusi tersebut (lembaga, Undang-undang, peraturan, dll) cenderung memiliki kepentingan sendiri yang terasing dan berbeda dari kepentingan public, sehingga pratik korupsi terjadi, dalam sebuah mekanisme saling melindungi yang sampai hari ini belum dapat disentuh oleh tuntutan keterbukaan dan akuntabilitas. Pertanyaannya ditengah kuatnya arus partisifasi masyarakat dan peneyelenggaraan mekanisme politik demokratik, yang memungkinkan warga negara secara langsung menyatakan pikiran dan kehendaknya, berapa lama lagi Institusi-institusi Negara tersebut menjadi “RAJA DAN MERASA BERKUASA”?

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

by gledek
27/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) dibobol kawanan maling. Sejumlah laptop dan uang yang...

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

by gledek
27/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak penyidik kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) menyebut hingga saat ini belum ada penambahan tersangka kasus...

Korupsi Dana Desa, Kades Kotaraja dan Bendahara Gunakan Rompi Oranye Langsung Ditahan

Korupsi Dana Desa, Kades Kotaraja dan Bendahara Gunakan Rompi Oranye Langsung Ditahan

by gledek
26/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) langsung menahan Kades Kotaraja Lalu Supiandi dan...

Geger Orok Bayi Dibuang di Sungai Lotim

Geger Orok Bayi Dibuang di Sungai Lotim

by gledek
26/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Warga Pringgajurang, kecamatan Montong Gading Lombok Timur (Lotim) digegerkan dengan penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki...

Sempat Mangkir, Kades Kotaraja dan Bendahara Penuhi Panggilan Jaksa Sebagai Tersangka

Sempat Mangkir, Kades Kotaraja dan Bendahara Penuhi Panggilan Jaksa Sebagai Tersangka

by gledek
26/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Setelah sebelumnya sempat mangkir dari panggilan penyidik kejaksaan negeri Lombok Timur (Lotim), akhirnya Kades Kotaraja dan...

RECOMMENDED

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

27/10/2026
Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

27/10/2026
  • 52.2M Fans
  • 134 Followers
  • 26.7k Followers
  • 206k Subscribers
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In