Gledeknews, Lombok Timur – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim), terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Satgas MBG Lotim, jumlah siswa yang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pengadangan kini mencapai 35 orang.
Ketua Satgas MBG Lombok Timur, H. Ahyani mengatakan dari total tersebut, sebanyak 28 siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, tujuh siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di puskesmas.
“Ya totalnya 35 orang, yang sudah pulang 28 orang, sedangkan 7 orang masih dirawat inap,” ujar Ketua Satgas MBG Lotim, Sabtu (25/4).
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, sampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah lanjutan dengan mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
“Kami sudah mengirimkan sampel ke BBPOM. Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Satgas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam kurun waktu satu hingga maksimal dua minggu. Pihaknya pun saat ini masih menunggu hasil resmi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami menunggu saja hasil dari BBPOM, kemungkinan satu minggu sampai maksimal dua minggu,” tambahnya.(GL)








