Gledeknews, Lombok Timur – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Nusa Tenggara Barat (NTB), HL. Iswan Muliadi kembali lagi memberikan ancam, jika beberapa tuntutan yang sudah dilayangkan tidak di direspon dan diindahkan.
Bahkan pihaknya, akan segera melayangkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian, untuk melakukan aksi penutupan semua gudang-gudang perusahan tembakau. Jika pihak pemerintah provinsi NTB, dalam hal ini Distanbun Provinsi NTB tidak realisasi terhadap surat yang sudah dilayangkan.
“Surat pemberitahuan aksi, kita akan layangkan kepada pihak kepolisian. Kami akan lakukan aksi pada kamis 17 Oktober kesemua gudang-gudang tembakau yang tetep melakukan pembelian tembakau yang ada di wilayah Loteng dan Lotim, sampai tuntutan kami di sepakati,” tegas L. Iswan seruan ancaman pada Selasa (15|10)
Menurutnya, fakta dilapangan dari dulu sampai saat ini, ada dugaan mafia pembelian tembakau khusunya kepada para petani swadaya terus saja terjadi.
Pihaknya faham rata-rata oknum pegawai perusahaan tembakau punya orang-orang binaan (istilah-KSPN).
Dikatakannya, disaat dari kwalitas tembakau petani swadaya sesuai dengan harga kwalitas dan kemauannya gudang , harga dimainkan. Tetapi jika oknum-oknum pegawai gudang (Perusahan-red) yang bawa tembakau, pasti dihargakan sesuai harga normalnya.
Disinilah akar masalahnya yang setiap tahun selalu jadi bahan permainan mafia-mafia pertembakauan yang ada di pulau lombok. Sehingga petani swadaya yang tidak punya orang dalam dipastikan akan tetep merugi.
“Kenapa lantas kemudian petani swadaya itu tetep melakukan usaha atau menanam tembakau. Karena satu-satunya sekitar komoditas yang paling menggiurkan hasilnya itu dari tembakau dan para petani itu selalu tiap tahun berikhtiar dan niat semoga tahun ini tembakau mereka dihargai oleh gudang dgn harga yg pantas,” ungkapnya.
Ditegaskan, tidak ada petani-petani yang meminta atau apalagi memaksakan harga tembakau mereka harus harga lebih karana kwalitas, tapi para petani tetap mengikuti harga patokan yang sudah ditentukan oleh gudang-gudang.
Sehingga atas itulah salah satu alasan kuat pihak KSPN NTB, akan melakukan aksi dan pihaknya sudah siap dengan resiko apapun nantinya. “Jika dalam aksi nanti terjadi benturan atau caos, itu adalah tanggung jawab pemprov atau Dinas terkait. Kami sudah faham dan siap dengan resiko jika terjadi caos dengan pihak gudang tembakau,” terangnya.
Selain itu, pihaknya menduga ada terjadi konspirasi. Karana informasi sebelum perusahan membuka pembelian, perusahan pasti memberikan informasi ke Distanbun NTB terkait kuota pembelian dan harga satuan pembeliannya.
Sehingga setelah aksi nanti, pihaknya akan bersurat ke pihak Dishub NTB dan Otoritas Pelabuhan Lembar, untuk membuat portal dan posko untuk memantau pergerakan tembakau-tembakau Lombok yang keluar dan menyeberang keluar Lombok.
“Kita menduga ada meng-up harga pembelian dari laporan pihak gudang ke pihak Distanbun dengan pengiriman barang tembakau yg melewati pelabuhan lembar. Untuk memastikan dugaan kami itu tidak bener, kami akan memasang portal atau posko pengawasan untuk setiap mobil yang membawa tembakau keluar dari lombok,” bebernya.
Ia menambahkan, Aksi yang akan dilakukan tidak main-maun dan dipasti aksi ini akan lakukan. “Kami juga sudah pertimbangkan resiko, tapi untuk dan demi sebuah keadilan untuk para petani dan terkhusus swadaya kami siap dengan resiko itu,” tandasnya.(GL)








