Gledeknews, Lombok Timur – Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Seorang bocah perempuan berusia lima tahun asal Kecamatan Keruak menjadi korban dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr R Soedjono Selong.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Minggu (2/8) saat korban tengah bermain. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah yang dikenal dengan sebutan Gumi Patuh Karya.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Timur, Yuliani, menyampaikan bahwa kondisi korban saat ini masih mengalami trauma berat sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan asesmen secara langsung.
“Korban masih trauma dan belum bisa bertemu banyak orang. Namun kami pastikan pendampingan terus dilakukan,” ujarnya, Senin (3/8).
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, tenaga medis, serta lembaga terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.
“Pendampingan dilakukan bersama Polres, Yayasan Gawah Lauk, rumah sakit, Dinas Sosial, dan pihak kecamatan. Laporan sudah dibuat dan korban juga telah didampingi untuk visum,” jelasnya.
Menurutnya, dampak trauma tidak hanya dialami korban, tetapi juga keluarga yang turut terpukul atas peristiwa tersebut. Oleh karena itu, upaya pendampingan psikologis juga menjadi perhatian.
“Pendampingan psikologis untuk korban dan keluarga kami upayakan. Namun karena kondisi korban masih trauma, pemeriksaan psikologis belum bisa dilakukan saat ini,” tambahnya.
Ditegaskan Pihak UPTD PPA bersama instansi terkait akan terus memberikan pendampingan, baik dari sisi hukum maupun pemulihan psikologis, guna memastikan hak-hak korban terpenuhi serta mendorong proses hukum berjalan hingga pelaku dapat segera ditemukan.
“Kami akan terus mendampingi korban dan keluarga selama proses hukum berlangsung hingga pemulihan psikologisnya,” pungkasnya.(GL)








