Gledeknews, Lombok Timur – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Timur (Lotim), menegaskan pihaknya akan menurunkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti dugaan temuan ulat pada menu MBG di Kecamatan Lenek yang sempat menuai sorotan publik.
Langkah itu dilakukan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus mengumpulkan data secara komprehensif dari berbagai pihak terkait.
“Tim Satgas dijadwalkan turun ke lapangan untuk memonitor langsung,” tegasnya, Ketua Satgas MBG Lotim, H. Ahyani, Senin (27/4).
Ia menjelaskan, dalam penelusuran tersebut Satgas akan menggali informasi dari seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, hingga para penerima manfaat (PM).
“Atas keluhan itu, Satgas Lotim akan mengumpulkan data dari kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, dan penerima manfaat, sekaligus melakukan peninjauan langsung ke lokasi,”katanya.
Sebelumnya, Kepala SPPG Sari Rasa Catering Lenek, Baiq Ika, telah memberikan klarifikasi terkait isu itu dan membenarkan bahwa menu yang dipersoalkan merupakan distribusi pada Sabtu (26/4), namun menegaskan temuan ulat hanya terjadi pada satu ompreng (wadah makanan).
“Betul itu menu hari Sabtu kemarin, tapi ditemukan hanya di satu ompreng saja,” jelasnya.
Menurutnya, hingga seluruh ompreng kembali dari penerima manfaat, khususnya kelompok ibu menyusui (B3), tidak ada laporan resmi yang diterima dari kader posyandu terkait temuan tersebut.
“Tidak ada laporan dari kader. Biasanya kalau ada kejadian langsung disampaikan melalui grup laporan yang kami miliki,” tambahnya.(GL)








