Gledeknews, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih berat dibandingkan sekadar meraihnya. Karena itu, capaian Lombok Timur (Lotim) pada ajang TP2DD Championship 2025 tidak boleh berhenti sebagai prestasi seremonial, tetapi harus dijaga dan ditingkatkan secara nyata.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka High Level Meeting (HLM) Sosialisasi dan Evaluasi Kinerja TP2DD Championship 2026 yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (2/3).
“Meraih juara itu lebih gampang daripada mempertahankan. Prestasi tahun 2025 harus kita jaga. Upaya yang sudah dilakukan jangan kendor, malah harus ditingkatkan,” tegas Haerul Warisin.
Didampingi Wakil Bupati HM. Edwin Hadi Wijaya dan Sekda Lotim HM Juaini Taofik, Bupati mengingatkan agar daerah tidak kembali kecolongan seperti kasus lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH), khususnya pada komoditas cabai yang sempat melonjak tinggi.
Menurutnya, setelah tahun 2025 difokuskan pada konsolidasi dan penguatan sistem digitalisasi keuangan daerah, maka tahun 2026 harus menjadi momentum peningkatan transaksi non tunai, terutama pada sektor pajak dan retribusi daerah.
“Peningkatan transaksi non tunai pada pajak dan retribusi daerah ini tetap harus ada dan diperkuat,” tandasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi kanal pembayaran digital di masyarakat, integrasi sistem keuangan daerah berbasis elektronik, serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama perluasan kanal digital hingga ke desa, mengingat mayoritas masyarakat Lotim berada di wilayah pedesaan. Untuk itu, Bupati meminta adanya koordinasi dan kolaborasi intensif dengan para kepala desa.
Selain konsistensi penggunaan QRIS dan kanal non tunai, Bupati menegaskan monitoring dan evaluasi harus berjalan ketat. Ia juga menekankan perlunya penguatan regulasi dan komitmen seluruh pimpinan OPD.
“Hal-hal yang masih bisa diatur, buat aturannya, regulasinya,” tegasnya, seraya menyebut pembayaran tunai berpotensi menimbulkan kebocoran.
Bupati berharap prestasi TP2DD tidak berhenti pada aspek administrasi, tetapi menjadi contoh nyata transformasi digital yang berdampak langsung pada transparansi keuangan, peningkatan PAD, efisiensi birokrasi, serta kemudahan pelayanan publik.
Sementara itu, Sekda Lotim berharap Bank NTB Syariah dapat segera merealisasikan kartu kredit pemerintah pada triwulan II tahun ini, setidaknya untuk tiga OPD sebagai proyek percontohan.
Ia juga meminta penguatan sekretariat TP2DD serta perluasan sosialisasi di tiga titik strategis, yakni Car Free Day (CFD), Rumah Makan Rarang, dan Lesehan Purnama.
Pertemuan tersebut diikuti pimpinan OPD, Asisten Bidang Ekonomi Setda Lombok Timur, Direktur RSUD, serta Kepala Cabang Bank NTB Syariah Selong. Selain menjadi ajang sosialisasi mekanisme dan kriteria penilaian TP2DD 2026, kegiatan ini juga diharapkan menyamakan persepsi seluruh OPD serta menghimpun data pendukung untuk pengisian sistem SIPD P2DD.(GL)








