GledekNews.com
Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Aktivis Ku Sayang : Renungan 75 Tahun Indonesia Merdeka, Terkikisnya Idealisme dan lahirnya Generasi Aktivis Pragmatis

gledek by gledek
16/08/2020
in BERITA
0
Aktivis Ku Sayang : Renungan 75 Tahun Indonesia Merdeka, Terkikisnya Idealisme dan lahirnya Generasi Aktivis Pragmatis
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh : Ahsanul Khalik

ADVERTISEMENT

Mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram 1993-1995, Kepala Staf Resimen Mahasiswa NTB 1994-1998 dan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB 1999-2004

RELATED POSTS

Posko KKN Mahasiswa Universitas Ternama di Lotim Sasaran Perampokan

Kritik Legislatif ke Eksekutif Wajar Sebagai Fungsi Pengawasan Proyek infrastuktur di Lotim

Dalam khazanah gerakan sosial (social movement) dan literatur gerakan politik (political movement) posisi aktivis memiliki tempat yang diperhitungkan. Meski Gerakan sosial dipahami sebagai upaya kolektif untuk mengubah norma dan nilai (Smelser, 1962 : 3 ) tetapi dalam upaya kolektif itu hampir tidak hening dari suara dan peran aktivis yang menonjol.

Para Aktivis negeri ini telah mencatatkan perjalangan gerakan sosial dan gerakan politik mereka dengan tinta emas dalam catatan literasi para sejarawan dan menjadi pustaka rujukan gerakan pada masa setelahnya.

Tengoklah sejarah masa lalu, lembaran sejarah telah mengukir bagaimana masa pergerakan kebangsaan Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan modern, di mana para pemuda aktivis masa itu melahirkan gerakan sosial politik sebagai masa awal pergerakan nasional.
Sebut saja Budi Utomo misalnya, berdiri atas prakarsa dari Dokter Wahidin Sudirohusodo yang berpendapat bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang maju pendidikan harus diperluas. Pendidikan ini dapat dilaksanakan dengan usaha sendiri tanpa menuntut pemerintah kolonial.

Pada akhir tahun 1907 Dr.Wahidin Sudirohusodo menyampaikan gagasan ini di depan mahasiswa Stovia di Jakarta. Pidato Dr. Wahidin Sudirohusodo mendapat tanggapan positif dari mahasiswa Stovia. Kemudian Sutomo seorang mahasiswa Stovia segera mengadakan pertemuan dengan teman-temannya guna membicarakan usaha memperbaiki nasib bangsa.

Pada hari minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta dan sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”, yang bertujuan mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan. Para mahasiswa Stovia yang tergabung di dalam Budi Utomo antara lain Sutomo sebagai ketua, M.Suradji, Muhammad Saleh, Ms.Suwarno, Sulaiman, Gunawan Mangunkusomo, Muhammad Sulaiman, dan Gumbreng. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Setelah lahirnya Budi Utomo pada tahun 1911 Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam yang kemudian menjadi Sarekat Islam pada 1912 yang bercorak sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan bahkan dalam perkembangan nya kemudian bergerak dalam bidang politik.

Kemudian lahir pula Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912. Pendirinya K.H. Ahmad Dahlan, merupakan organisasi yang berasaskan Islam dan berhaluan nonpolitik. Kegiatannya selain dalam bidang agama juga bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya, yang bertujuan mewujudkan umat Islam yang cerdas dan berwawasan kebangsaan. Lalu Pada tahun 1918 kaum wanita Muhammadiyah juga mendirikan Aisyiah.

Masa awal pergerakan nasional pun terus berlanjut dengan semangat kritis para Aktivis melepaskan diri dari kungkungan penjajah, lalu 1928 lahir lah sumpah pemuda, dan puncaknya pada 1945 atas nama Bangsa Indonesia Soekarno – Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.

Warna kehidupan bangsa ini terus bermetamorfosis, para Aktivis lah yang banyak mencoretkan kanvas melukis wajah negeri ini, sehingga kita mengenal peristiwa G30 S/PKI 1965 melahirkan gerakan penumpasan PKI, tercatat pula 1974 Peristiwa Malari yang digerakkan para mahasiswa, dan yang tak kalah dahsyatnya adalah gerakan aktivis 1998 yang melahirkan semangat reformasi.

Masa itu memang telah lewat, dan kita semua menyadari bahwa masa kini ada karena masa lalu dan akan selalu menjadi cermin atas perjalanan kehidupan pergerakan aktivis saat ini. Semangat para pendahulu tersebut tentu tak lapuk karena hujan dan tak lekang karena panas.
Hal empirik yang sering ditunjukan oleh aktivis adalah sikap idealismenya, sikap kritisnya, leadership-nya, pembelaanya pada kaum lemah, dan bahkan sikap militannya. Sejumlah indikator manifes itulah yang melekat pada seorang aktivis.

Gerakan sosial dan gerakan politik selalu meniscayakan peran penting aktivis di dalamnya. Aktivis dalam pengertian etimologis dipahami sebagai seseorang yang aktif dalam sebuah gerakan dan concern dengan idealitas bidang yang diperjuangkannya.

Gerakan sosial dan gerakan politik selalu meniscayakan peran penting aktivis di dalamnya. Aktivis dalam pengertian etimologis dipahami sebagai seseorang yang aktif dalam sebuah gerakan dan concern dengan idealitas bidang yang diperjuangkannya.

Pada kekinian muncul pertanyaan masihkah semua idealisme itu? Jawaban nya ada dua, pertama, tentu masih banyak aktivis yang mempertahankan idealismenya dengan tetap berdiri pada kepentingan perjuangannya bagi kaum lemah, masyarakat dan bangsa ini. Kedua, lahirnya aktivis pragmatis, yang menampakkan adanya kecenderungan pada sebagian aktivis yang akhirnya meninggalkan rakyat yang dulu mereka perjuangkan, bahkan harapan rakyat kepadanya dilupakan, karena kemudian aktivis ini lebih mementingkan kepentingan pemenuhan kebutuhan dirinya, apakah dari sisi ekonomi ataupun kepentingan bagi kekuasaannya. Miris memang aktivis yang pragmatis seperti ini.

Lalu apa yang menyebabkan aktivis menjadi pragmatis dan menyebabkan kehilangan idealismenya ?Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkannya. Pertama, karena rendahnya integritas. Rendahnya integritas ini terkait moralitas aktivis yang buruk dan lemahnya cita-cita perjuangan. Moralitas yang buruk memudahkan aktivis terjebak dalam pragmatisme politik.

Lemahnya cita-cita pada fase tertentu membuat aktivis kehilangan arah. Sehingga jika kedua hal ini dominan maka dengan sendirinya integritas ditanggalkan. Tradisi intelektual yang buruk juga memberikan sumbangan bagi rendahnya integritas. Rendahnya tradisi membaca, menulis, diskusi, dan riset adalah ciri buruknya tradisi intelektual aktivis.

Kedua, kemiskinan. Faktor ini melemahkan kesabaran aktivis dalam penderitaan. Tidak sedikit aktivis yang miris itu karena tidak sabar dalam penderitaan hidup. Mereka tidak menyadari bahwa seharusnya sejak dalam pikiran memilih menjadi aktivis itu adalah pilihan rasional jalan perjuangan dan jalan juang itu harus siap berkorban untuk sabar dalam kemiskinan.

Ini semacam ada hukum sosial yang perlu dipahami aktivis jika seseorang memilih jalan juang maka berkorban untuk sabar dalam kemiskinan adalah resiko dari pilihan. Tetapi nampaknya kredo ini tidak sepenuhnya diyakini oleh mereka yang memilih jalan aktivis.

Ketiga, sistem. Bahwa sistem di luar diri aktivis telah menyeret aktivis berubah menjadi pragmatis yang miris. Ia terjebak dalam mekanisme sistemik dalam praktik politik transaksional dan oligarkis yang parah. Begitu aktivis memasuki arena politik ia dihadapkan pada sistem politik transaksional. Meski aktivis yang memilih jalan pragmatis ini sering berargumen mengorbankan idealisme demi cita-cita besar tetapi luka rakyat terlalu menganga dihianati untuk waktu yang tak jelas ujungnya.

Tetapi sekali lagi tentu masih ada dan banyak pula aktivis yang mempertahankan idealisme perjuangan nya dengan tetap berdiri pada kepentingan yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa ini, karena mereka masih bercermin pada idealisme Sutomo, Soekarno, Hatta, Agus Salim dan para aktivis pejuang masa lampau.

Pengorbanan dan derita demi kepentingan rakyat adalah keniscayaan jalan juang yang mereka pilih.
Duhai aktivis muda yang masih terjaga, perjelas garis demarkasimu. Menjaga jalan juang adalah keniscayaan ditengah miskinnya teladan saat ini.

Dirgahayu ke- 75 Republik Indonesia, Bhakti Aktivis hari ini adalah mengisi Kemerdekaan sebagai penjaga kedaukataj NKRI bagi kesejahteraan anak negeri

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Posko KKN Mahasiswa Universitas Ternama di Lotim Sasaran Perampokan

Posko KKN Mahasiswa Universitas Ternama di Lotim Sasaran Perampokan

by gledek
17/06/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Kawanan rampok melakukan aksi di posko KKN Mahasiswa salah satu Universitas swasta ternama di Lombok Timur...

Kritik Legislatif ke Eksekutif Wajar Sebagai Fungsi Pengawasan Proyek infrastuktur di Lotim

Kritik Legislatif ke Eksekutif Wajar Sebagai Fungsi Pengawasan Proyek infrastuktur di Lotim

by gledek
17/06/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Timur (Lotim), Achmad Dewanto Hadi, merespons sorotan Komisi IV...

Wabup Lotim Buka Festival Muharram 1448 H

Wabup Lotim Buka Festival Muharram 1448 H

by gledek
17/06/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka Event Festival Muharram 1448 Hijriah yang...

Warga Suryawangi Demo Tambang Galian C Tak Berizin

Warga Suryawangi Demo Tambang Galian C Tak Berizin

by gledek
17/06/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Puluhan warga Suryawangi melakukan aksi unjuk rasa di tambang galian C tanpa izin yang berlokasi di...

Komisi IV DPRD Lotim Kritisi Proyek Tahun Jamak

Komisi IV DPRD Lotim Kritisi Proyek Tahun Jamak

by gledek
17/06/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur (Lotim), Ahmad Amrullah, menyoroti proses perencanaan proyek infrastruktur jalan...

RECOMMENDED

Posko KKN Mahasiswa Universitas Ternama di Lotim Sasaran Perampokan

Posko KKN Mahasiswa Universitas Ternama di Lotim Sasaran Perampokan

17/06/2026
RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak, WALHI NTB Desak Disahkan

RUU Masyarakat Adat Dinilai Mendesak, WALHI NTB Desak Disahkan

17/06/2026
  • 52.2M Fans
  • 136 Followers
  • 26.7k Followers
  • 207k Subscribers
  • 640 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In