GledekNews-Lotim. Atas pernyataan Kadispar Lotim yang menyatakan “orang miskin tidak boleh berwisata” yang dimuat pada media ini mengundang polemik dan kritik dari berbagai elemen masyarakat yang pada umumnya mengutuk pernyataan tersebut.
Ahmad Rifa’i, Aktivis senior yang sempat menjadi salah satu Sekjen DPP organisasi di Jakarta dan pada saat ini masih aktif sebagai aktivis di Partai Rakyat Demokratik (PRD) sangat menyangkan pernyataan Kadispar Lotim, sehingga memaksa aktivis senior ini angkat bicara.
Ahmad Rifa’i menyatakan “pernyataan Kadispar tersebut sekilas memang prontal, jika didetailkan tidak ada yang gratis di bawah sistem liberal, jika demikian, tentu sekali pernyataan tersebut tidak bertentangan dengan obyektifitas dunia pariwisata yang syarat dengan modal, namun apakah kita akan biarkan hal seperti ini terus berulang di tanah air, sebelumnya Gubernur NTT sudah pula menyampaikan hal yang sama”
Ahmad Rifa’i juga menyampaikan, Kadispar Lotim itu sebagai tangan Pemda Lotim yang menangani pariwisata, sepatutnya memikirkan dan merielkan obyek wisata yang terjangkau buat orang yang berpenghasilan rendah, bukan burucap yang tidak tidak dan yang paling penting adalah bagaimana cara Pemda Lotim saat ini meningkatkan produktifitas rakyatnya atau menciptakan lapangan kerja.
Lanjut Ahmad Rifa’i memberikan saran dan masukan supaya obyek wisata bisa terjangkau dan bisa terwujud, maka saya harapkan Pemda Lotim sendiri yang harus mengelola destinasi wisata milik daerah, jangan sampai diserahkan ke pihak swasta.
Kembali soal pernyataan Kadispar Kab. Lotim, bagi saya patut di sayangkan karena melontarkan pernyataan yang belum pantas, karena mengingat kinerja Pemda Lotim untuk meningkatkan produktifitas penduduk tidak sukses, karena terbukti menurut BPS Lotim, bahwa pengangguran 2019 berjumlah 2,28 % atau naik 0,28 % dari tahun 2018. Padahal ada 64,80 % penduduk berusia produktif atau usia 15-64 tahun, oleh karena itu ditengah kinerja yang minus tersebut, sebaiknya Pemda Lotim menjaga ucapan aparaturnya, agar rakyat yang mayoritas miskin tidak merasa di rendahkan dan tentunya memberikan sanksi kepada Kadispar Kab. Lotim sesuai bobot kesalahannya. Ungkap Rifa’i.
Kadispar Lotim ketika konfirmasi atas pernyataan Ahmad Rifa’i tersebut menyatakan “untuk saat ini kita colling down dulu” (WG-01).








