GledekNews – Lotim. Di tengah pandemi Covid-19, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pancor tak mau ketinggalan dalam membantu masyarakat. SPBU Pancor sejak awal telah memberikan uluran bantuan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dan pembasmian pandemi virus import Wuhan China itu.
Berbagai bantuan telah diberikan, mulai dari bantuan berupa mobil umbulance sebagai alat transportasi untuk operasi membantu masyarakat, bantuan masker, alat pelindung diri (APD), penyemprotan disinfektan dan lainnya.
“Tim relawan SPBU Pancor terus bergerak bersama tim relawan lain yang tergabung di dalam Tim Relawan Crisis Center Covid-19, guna memberi kontribusi mencegah penyebaran virus corona ini,” ujar Pimpinan SPBU Pancor, H.M. Edwin Hadi Wijaya, Rabu (29/04/2020).
Ditegaskan, kiprah SPBU Pancor sejak awal sudah menyerahkan bantuan kepada para tim relawan untuk disalurkan di masyarakat. “Gerakan lebih masif pada bantuan covid-19 ini, kita mulai sejak awal Maret 2020, terlebih sejak adanya masyarakat NTB terkonfirmasi positif Covid-19 pada pertengahan Maret 2020,” tegas Edwin.
Awal munculnya pandemi covid-19, kata Edwin, tim relawan hanya bergerak aktif dalam melakukan penyemprotan disinfektan di tempat umum seperti masjid dan mushalla. Namun seiring makin merebaknya pandemi covid-19, penyemprotan juga dilakukan di area pemukiman warga.
“Tim relawan kita sudah keliling melakukan penyemprotan sekitar 300-an masjid dan mushalla, bahkan kalau sekarang sudah lebih dari itu,” ungkapanya.
Selain memberikan bantuan berupa APD, lanjut dia, pihaknya juga melakukan edukasi terhadap masyarakat. Dan sejauh ini, ia melihat kesadaran masyarakat dalam pencegahan covid-19 ini sudah terbangun cukup tinggi, namun harus terus dijaga sampai bangsa ini terlepas dari pandemi ganas tersebut.
“Dengan terbentuknya banyak tim relawan yang sudah ada sampai tingkat desa dan adanya Gugus Tugas mulai dari kabupaten, kecamatan, dan desa, kita berharap gerakan memerangi Covid-19 ini semakin masif, sehingga benar-benar akan menumbuhkan ketaatan dan kedisiplinan dari masyarakat dalam mengikuti arahan dari Pemerintah, tandasnya.
Hal ini kata dia, telah meringankan beban pemerintah yang saat ini terus memerangi pandemi covid-19. “Kedasaran masyarakat saat ini bisa dilihat dari respon masyakat untuk menjaga lingkungan/kampung masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, hari ini pihaknya telah memberikan bantuan berupa APD sebanyak 100 buah yang didistribusikan kepada tim medis yang menangani pasien covid-19.
“APD itu kita bagi kepada tim kesehatan yang ada di RSUD, Puskesmas Batuyang dan Labuhan Lombok, termasuk Rumah Sakit Namira,” ujarnya.
Alasan diberikan kepada dua Puskesmas itu, kata legislator DPRD Provinsi NTB itu, karena di dua puskesmas itu merupakan asal tenaga medis yang merawat orang-orang yang ada di Rusunawa Labuhan Lombok.
“APD ini sangat penting bagi tenaga medis, jangan sampai tenaga medis kita juga terjangkit,” ujarnya sembari menyebutkan, tenaga medis adalah benteng terakhir melawan Covid-19.
Sementara benteng pertahanan pertama menurutnya adalah masyarakat. Oleh sebab itu ia berharap kepada masyarakat untuk selalu peduli dan menjaga diri dengan menjaga pola hidup sehat dan mengikuti imbauan pemerintah.
“Benteng pertahanan pertama kita adalah kepedulian kita, untuk berkontribusi mencegah penularan covid-19 ini,” pungkas politisi Partai Bulan Bintang itu. (WG-03)








