GledekNews-Lombok Timur. Lembaga Advokasi,Transparansi dan Demokrasi (Garis Demokrasi) mengaku kecewa terhadap kebijakan Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy yang kembali mengangkat mantan Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Bambang Suprayitno menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM, padahal sudah diberhentikan jadi orang nomor satu di PDAM Lotim.
Sementara berdasarkan Keputusan Kepala daerah yang mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan PDAM Lotim dengan Nomor : Kep.07.12|47|PDAM|V|2021 tentang pengangkatan pelaksana tugas Direktur Utama dan Direktur PDAM Lotim. Dengan menjadi Plt Dirut PDAM Lotim, Mudahan dan Plt Direktur, Bambang Suprayitno
“Terus terang kami sangat kecewa dengan keputusan Bupati yang mengangkat mantan Dirut PDAM menjadi Plt Direktur PDAM,padahal sudah diberhentikan dari jabatan paling tinggi di PDAM Lotim” tegas Sekretaris jenderal Garis Demokrasi , Mawardi dalam keterangan persnya,Rabu (19|5).
Ia mempertanyakan kepada Bupati Sukiman atas dasar apa mantan Dirut PDAM Lotim diangkat lagi menjadi Plt Direktur PDAM, direktur apa jabatannya sehingga ini tentunya aneh bin ajaib.
Karena masak orangnya sudah diberhentikan jadi Dirut PDAM dari jabatan definitifnya kemudian lalu dijadikan Plt dijabatan setingkat lebih rendah dari jabatan yang dipegang sebelumnya pada perusahaan daerah yang sama.
“Kok kami melihat ini kesannya main-main,masak orang yang sudah diberhentikan lalu diangkat lagi, jangan gitu dong,” ujarnya
Begitu juga lanjut Sekjen Garis Demokrasi, dalam rapat evaluasi terhadap kinerja Direksi PDAM Lotim dari Bupati mengaku kalau kinerja belum memuaskan dan maksimal untuk kemajuan PDAM.
Sementara kalau ingin melihat perkembangan dan kemajuan di PDAM Lotim kedepannya harus merombak total jajaran direksinya. Dengan mengganti dengan orang yang baru dan memiliki kopenten dalam bidang tersebut.
Bukan malah mengangkat dan mendudukkan kembali orang orang yang telah gagal dalam mengemban amanahnya di jabatan tersebut dalam memajukan perusahaan daerah.
“Yang menjadi pertanyaan kami kenapa mantan Dirut PDAM itu kembali digunakan Bupati memegang jabatan Plt Direktur ? apa istimewanya yang bersangkutan dimata Bupati,” ujarnya dengan penuh tanda tanya.
“Kami salut dengan keputusan Bupati mengganti jajaran direksi PDAM, akan tapi lebih kami acungkan jempol apabila Mantan Dirut PDAM tidak diberikan posisi lagi,karena kami anggap dia gagal total dan tidak berhasil mengemban tugas yang diberikan Bupati,”tandas Mawardi.
Ditempat terpisah mantan Dirut PDAM Lotim, Bambang Suprayitno yang juga menjabat Plt Direktur PDAM Lotim dalam SK yang baru saat dikonfirmasi mengenai masalah ini enggan memberikan penjelasan,melainkan meminta untuk konfirmasi ke Sekda Lotim.
“Mohon konfirmasi di pak Sekda demikian petunjuk beliau,” kata Bambang singkat. (Jal).








