Gledeknews, Lombok Timur – Anggota DPRD Lombok Timur, TGH Lalu Wildan, mengingatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mengutamakan kualitas serta higienitas produk, terutama bagi UMKM yang menjadi pemasok dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Wildan, perhatian pemerintah pusat terhadap pemanfaatan produk UMKM lokal dalam program MBG harus diimbangi dengan standar keamanan pangan yang ketat.
“Produsen UMKM harus menjaga higienitas, khususnya produk basah yang rentan terhadap perubahan suhu. Tujuannya agar makanan MBG yang didistribusikan benar-benar aman dikonsumsi,” kata THG. Lalu Wildan saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Jumat (16/1).
Pernyataan itu disampaikan menyusul sorotan publik terhadap menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang Sari 1 Selong ke SD IT Darul Fikri. Sebuah video berdurasi 43 detik yang diunggah akun Facebook Makhaya Bread memperlihatkan susu kedelai yang tampak mengental, sehingga memicu kekhawatiran warganet.
Anggota Fraksi FKS DPRD Lotim yang juga merupakan pemilik atau mitra BGN dengan nama SPPG Kembang Sari 1 Selong, membenarkan bahwa susu kedelai itu merupakan produk UMKM lokal. Namun ia menegaskan, sejak awal pihak SPPG telah mengingatkan agar susu diminum langsung di sekolah.
“Produk UMKM ini tanpa pengawet, sehingga daya tahannya terbatas. Sudah diingatkan agar diminum di tempat, tidak dibawa pulang apalagi dikonsumsi keesokan hari,” ujarnya, seraya katakan berdasarkan laporan Kepala SPPG Kembang Sari 1 Selong, Aprian, siswa yang langsung mengonsumsi susu di sekolah tidak mengalami masalah.
Meski demikian, ia menilai kejadian itu tetap perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Karena itu ditekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara dapur MBG, sekolah, dan orang tua siswa terkait konsumsi menu MBG.
“Evaluasi harus dilakukan agar niat baik menyediakan makanan bergizi dan aman untuk anak-anak tetap terjaga. Namun kami tetap berkomitmen mengakomodasi produk UMKM lokal, karena itu memang menjadi atensi pemerintah pusat,” katanya.
Ditambahkannya, kedepannya prodak UMKM dapat semakin meningkatkan standar produksi. “Keterlibatan mereka dalam program strategis nasional seperti MBG tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjamin kesehatan penerima manfaat,” tandasnya.(GL)








