Gledeknews, Lombok Timur – LSM DPD KASTANTB Lombok Timur menyoroti dan pertanyakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang diterima pemerintah daerah Lombok Timur hampir ratusan milyar penggunaannya tidak tepat sasaran.
Pasalnya dana DBHCHT yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat petani tembakau, terutama petani yang mayoritas ada diwilayah Lotim Selatan tidak rasakan langsung pembangun dari dana tersebut.
“Supaya pembangun dirasakan langsung masyarakat seperti pemberian insentif ke petani, pembangun irigasi dan pembangun jalan usaha tani. seharusnya dana itu diarahkan kesana, bukan bangun gedung yang mewah,” tegas salah satu orator aksi Muhrim Rajasa, saat menyampaikan orasi di depan gedung DPRD Lotim, Kamis (31/7).
Sedangkan orator lain mengatakan, aksi ini dilakukan karena sebelumnya pihak KASTA NTB Lotim sudah melayangkan surat untuk melakukan hearing, tetapi Pihaknya Dewan berbelit-belit. Sehingga DPD KASTA NTB Lotim melakukan aksi.
Pihaknya juga mencurigai pembangun Gedung DPRD Lotim dibangun dari dan DBHCHT. “Kita akan duduki gedung DPRD ini, karena ini kawan-kawan dibangun dari uang rakyat, atau mungkin juga di bangun dari uang DBHCHT,” cetusnya.
Mereka juga menuding bahwa sebagian besar oknum anggota DPRD Lotim hanya memikirkan untuk mendapatkan anggaran Pokir saja. Padahal di Lotim petani tembakau terbesar di NTB dan juga dapatkan anggaran besar dari DBHCHT, dengan jumlah ratusan milyar.
“Banyak oknum anggota DPRD yang penting dapat Pokir, entah anggaran dari DBHCHT,” tegasnya.
Atas itu pihak KASTANTB mendesak pimpinan DPRD untuk menemui mereka dan memberikan penjelasan serta meminta Dewan untuk menghadirkan OPD terkait.
Sementara itu masa aksi demo diterima oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Lotim Ahyan. Karena para pimpinan dan anggota DPRD Lotim tidak berada ditempat dan sedang berada di luar daerah.
Dalam kesempatan itu Sekwan DPRD Lotim, Ahyan tegaskan bahwa pihaknya sudah menjadwalkan hearing itu, akan tetapi justru pihak DPD KASTA NTB yang tidak hadir dalam jadwal hering tersebut.
Meski demikian, setelah melakukan Sekwan Lotim berkomunikasi melalui via telpon dengan Ketua DPRD Muhammad Yusri, akan menjadwalkan ulang Haering yang akan dilaksanakan pada (7/8) Kamis depan.
“Tadi saya sudah berkomunikasi dengan ketua DPRD. Kita akan jadwalkan ulang di Kamis depan,” tandasnya.








