GledekNews-Loteng. Puluhan pemuda Desa Pengembur menanam pohon pisang di jalan penghubung Desa Tanak Awu dengan Desa Pengembur. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi salah satu jalan menuju daerah wisata Tumpak Pantai Mawun.
Salah satu Pemuda Desa Pengembur Sadli mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi. Dimana jalan tersebut sangat memprihatinkan sehingga anak-anak yang melewati jalan tersebut untuk pergi sekolah sulit untuk dilalui tidak bisa dilalui
“Kondisinya semenjak 5 tahun lalu dan juga jalan ini merupakan jalan Kabupaten yang menunju daerah wisata Tumpak Desa Mawun,” Ucap Sadli Pada Senin (11|1)
Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya sudah menjanjikan perbaikan pada tahun 2021. Namun sampai dengan masuk pertengahan Januari tahun ini masih belum di lakukan
“Pemerintah hanya menjanjikan tanpa ada pelaksanaan,” Jelasnya
Kepala Dusun Tawah Asriawan yang ikut turun dalam melakukan aksi tersebut menceritakan bahwa sejak jalan tersebut di perbaiki pada tahun 2016 lalu, hanya dapat bertahan selama satu tahun. Hal tersebut dikarenakan jalan yang penghubung dua desa tersebut dilewati mobil pengangkut tanah
“Jalan ini sering dilalui mobil pengangkut tanah galian C,” Ujarnya
Lanjut Asriawan, setiap hari puluhan Dam truk melewati jalur ini untuk mengambil galian C untuk perbaikan jalan BIL-Mandalika. Selain itu, jalan tersebut juga mengakibatkan banyak pengendara yang jatuh
“Banyak pengendara jatuh akibat jalan rusak ini,” Katanya
Ia menegaskan bahwa, jika jalan tersebut tak kuncung diperbaiki, maka tokoh pemuda dan masyarakat akan melakukan blokade jalan tersebut. Begitu juga dengan galian C harus dihentikan
“Galian C harus dihentikan dan untuk Pemda diharapkan perbaiki jalan itu secepatnya,” Tutupnya (dha)








