Gledeknews, Lombok Timur – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, semangat gotong royong warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Alih-alih sibuk mempersiapkan hidangan lebaran, puluhan warga turun ke jalan memperbaiki akses lingkungan yang rusak parah akibat bekas galian perbaikan oleh proyek PDAM Lombok Timur yang dinilai tak kunjung bertanggung jawab.
Sejak kemarin, warga tampak bahu-membahu mengangkut batu koral dan pasir menggunakan gerobak dorong. Dengan cangkul dan sekop di tangan, mereka menutup lubang-lubang menganga di sepanjang gang permukiman yang menjadi akses utama menuju rumah warga dan Masjid Pusaka.
Kondisi jalan yang sebelumnya mulus kini berubah menjadi berlubang dan bergelombang. Kerusakan tersebut merupakan dampak dari penggalian pemasangan pipa PDAM beberapa tahun lalu, yang hingga kini tak kunjung diperbaiki secara layak oleh pihak pelaksana proyek.
“Kami sangat kecewa. Pekerjaan PDAM selesai, tapi jalan ditinggal begitu saja. Ini satu-satunya akses ke rumah warga dan ke Masjid Pusaka. Kalau tidak diperbaiki sekarang, bagaimana nanti saat Lebaran? Keluarga yang mudik pasti kesulitan lewat sini,” tegas Ketua Pemuda Dusun Montong Gedeng, Paesal Kodrat, saat ditemui di lokasi gotong royong, Selasa (3/3) malam.
Menurut salah satu penuturan warga, pasca pengerjaan proyek jaringan pipa, kontraktor pelaksana tidak melakukan pemulihan kondisi jalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, setiap kali hujan turun, bekas galian berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara motor, terutama anak-anak dan warga lanjut usia.
Menyikapi kondisi darurat jelang hari kemenangan, warga akhirnya sepakat bergerak secara swadaya. Dana dikumpulkan secara sukarela, semen dibeli patungan, sementara material seperti batu split dan pasir disumbangkan oleh warga yang mampu.
“Kami tidak bisa hanya menunggu janji PDAM yang tidak jelas. Lebih baik kerja bakti. Yang penting jalan ini bisa dilewati dengan aman untuk silaturahmi nanti,” ujar Has Tutik, seorang ibu rumah tangga yang ikut membantu dengan menyediakan minuman bagi para pekerja.
Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran serius bagi PDAM Lombok Timur dan kontraktor rekanannya. Mereka menegaskan tidak menolak pembangunan, namun meminta setiap proyek yang menyentuh fasilitas publik diselesaikan hingga tuntas, bukan meninggalkan masalah baru bagi masyarakat.
“Kami tidak anti pembangunan. Tapi kalau mengerjakan proyek untuk kepentingan umum, tolong bertanggung jawab penuh. Jangan warga yang harus menanggung akibatnya,” tandas Tutik.
Dengan semangat kebersamaan khas bulan Ramadan, warga Desa Ketangga bertekad menuntaskan perbaikan jalan tersebut sebelum malam takbiran tiba, agar Idul Fitri tahun ini tetap terasa hangat tanpa hambatan di jalan yang seharusnya menjadi hak bersama.(**)








