Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah orangtua siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, mengeluhkan menu makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Korleko.
Keluhan tersebut muncul karena menu yang disajikan dinilai tidak sesuai dengan tujuan utama program MBG, yakni untuk memenuhi kebutuhan gizi para siswa.
Berdasarkan informasi dari orangtua siswa, menu yang diterima anak-anak hanya berupa telur dadar goreng, satu bungkus kacang polong, serta satu potongan kecil ayam.
“Coba lihat apanya yang cukup gizi untuk anak. Melihat saja anak-anak sudah malas untuk memakannya,” ungkap sejumlah orangtua siswa, Selasa (10/3).
Mereka menilai, porsi dan variasi menu yang disajikan belum mencerminkan standar pemenuhan gizi yang diharapkan dari program tersebut.
Selain itu, para orangtua juga menyoroti tidak adanya informasi rincian harga setiap item menu yang disajikan dalam paket makanan MBG.
Padahal, berdasarkan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), setiap paket menu MBG seharusnya mencantumkan nilai atau harga dari masing-masing item makanan sebagai bentuk transparansi kepada penerima manfaat.
“Selain soal menunya, SPPG ini juga tidak menampilkan harga di menu yang disalurkan kepada penerima manfaat,” keluhnya.
Karena itu, para orangtua berharap pihak SPPG dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kualitas serta transparansi menu yang didistribusikan kepada para siswa.
“Kami butuh penjelasan dari pihak SPPG,” tegasnya.
Sementara itu, Pihak SPPG terkait hingga berita ini diterbitkan belum ada nomor yang bisa dihubungi dan dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait dengan keluhan warga.(GL)








