Gledeknews, Lombok Timur – Festival Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung selama sepekan di Kabupaten Lombok Timur resmi ditutup pada Ahad (21/6) malam. Penutupan dipusatkan di GOR Lalu Muslihin dan berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat.
Malam puncak festival diwarnai penampilan sejumlah musisi nasional, seperti Gigi, Bams, dan John Paul Ivan yang sukses menghibur para penonton. Selain itu, musisi lokal Bapackguru turut tampil dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi acara.
Namun, kemeriahan tersebut menuai sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat. Salah satu tokoh Masbagik, TGH. Ahmad Subki Hulaimi, menyoroti dan mengkritisi konsep penutupan yang dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai Muharram sebagai momentum Tahun Baru Islam.
Menurutnya, peringatan Muharram seharusnya menjadi ajang muhasabah dan penguatan nilai religius, bukan sekadar hiburan semata. Ia menilai pemimpin daerah perlu menghadirkan kebijakan yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Semestinya momentum Muharram ini menjadi ajang muhasabah, misalnya dengan mengajak masyarakat bershalawat atau kegiatan keagamaan lainnya yang lebih relevan,” ujarnya, Senin (22/6).
TGH. Ahmad Subki yang juga Ketua MWCNU Masbagik menyinggung kondisi nasional yang tengah diwarnai perjuangan mahasiswa di berbagai daerah.
“Konser yang mengiris hati, pemimpin kita mengajak jingkrak-jingkrak. Sementara adik-adik mahasiswa di seluruh Indonesia sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi kebaikan bangsa ini, artinya bersenang di atas perjuangan saudaranya,” tegasnya.
Senada dengan itu, tokoh pemuda Masbagik, Gito Purnadi, berharap ke depan peringatan 1 Muharram di Lombok Timur dapat dikemas lebih religius dengan melibatkan ulama atau tuan guru dalam kegiatan utama.
“Kami berekspektasi ada ulama atau tuan guru yang memimpin sholawatan atau kegiatan keagamaan lainnya,” katanya.
Sementara itu, tokoh muda lainnya, Yudha Mila Sandi, menilai kegiatan tersebut akan lebih bermakna jika diisi dengan tabligh akbar yang menghadirkan ulama lokal maupun nasional.
“Saya kira akan menghadirkan ulama daerah dan ulama-ulama nasional dalam tabligh akbar,” tegasnya singkat.(GL)








