Gledeknews, Lombok Timur – Program pembangunan Kawasan Distribusi Kebutuhan Masyarakat Perdesaan (KDKMP) di Lombok Timur (Lotim) mulai menunjukkan progres, namun masih jauh dari target. Dari total 127 titik yang direncanakan, baru tiga lokasi yang dinyatakan rampung 100 persen.
Komandan Kodim 1615/Lotim, Letkol Inf. Eky Anderson, mengungkapkan tiga titik tersebut berada di Bagik Payung, Lendang Nangka, dan Suralaga. Ketiganya kini memasuki tahap verifikasi oleh tim Agrinas sebelum dioperasikan.
“Yang sudah selesai tiga titik dan hari ini akan diverifikasi oleh tim Agrinas. Setelah itu baru bisa diresmikan dan langsung beroperasi,” ujarnya, Selasa (12/5).
Meski ada progres, realisasi pembangunan KDKMP secara keseluruhan diakui berjalan melambat. Dari 127 titik yang ditargetkan, lima lokasi lainnya baru dijadwalkan rampung dalam waktu dekat, sementara sisanya masih terkendala di tahap awal.
Menurutnya, hambatan utama bukan pada pembangunan fisik, melainkan pada ketersediaan lahan yang memenuhi kriteria ketat dari tim Agrinas. Persyaratan tersebut menjadi batu sandungan bagi banyak desa.
“Tanah harus minimal 1.000 meter persegi, berada di lokasi strategis dekat permukiman, milik pemerintah, tidak butuh cut and fill, dan berada di kawasan dengan minimal 500 kepala keluarga. Tidak semua desa bisa memenuhi itu,” tegasnya.
Fakta di lapangan menunjukkan, dari total 254 desa di Lotim, baru separuhnya yang memiliki titik lokasi KDKMP. Artinya, masih ada 127 desa yang belum tersentuh program tersebut.
Kondisi geografis menjadi salah satu faktor penghambat. Di wilayah seperti Kecamatan Suela, misalnya, karakter lahan yang didominasi lereng membuat desa kesulitan menyediakan lokasi sesuai kriteria.
“Masalah utamanya memang lahan. Banyak desa tidak punya tanah yang sesuai standar. Ini yang membuat progres tidak bisa cepat,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Kodim bersama pemerintah daerah dan tim Agrinas terus mencari solusi. “Salah satunya dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan aset milik pemerintah yang berpotensi digunakan sebagai lokasi pembangunan,” tandasnya.(GL)





