Gledeknews, Lombok Timur – Tambang galian C ilegal di wilayah Kecengok Desa Pringgasela Timur Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diduga dibeking oknum aparat penegak hukum dan oknum pejabat lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lotim.
Meskipun kegiatan tambang yang dilakukan tidak ada izin namun pemilik tambang tetap melakukan aktifitasnya tanpa adanya rasa takut untuk ditertibkan.
Sementara pada sisi lainnya lahan tempat kegiatan tambang galian c ilegal diatas puluhan are tersebut saat ini sedang bermasalah,karena tersebut diklaim milik orang lain.
Begitu juga hasil temuan lapangan dari pemerintah desa, kecamatan hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim sudah seringkali mengingatkan untuk menghentikan kegiatan tambang ilegal tersebut.
Dengan mengurus izin sesuai ketentuan dan aturan yang ada, akan tapi oleh pemilik tambang dianggap peringatan itu angin lalu dengan terus melakukan aktivitas,karena kuatnya bekingan oknum aparat penegak hukum dan oknum pejabat di Pemkab Lotim
“Kalau tidak kuat bekingan pemilik tambang itu mana mungkin berani melakukan aktivis dengan statusnya tambang ilegal,” kata warga di Pringgasela Timur, Sabtu (3/1).
Sementara itu, lanjutnya dampak dari penambangan itu tentunya sangat menganggu sekali bagi masyarakat sekitarnya karena limbahnya.
“Jangan sampai nanti warga beramai-ramai bertindak baru pemangku kebijakan turun tangan,” ujarnya.
Kepala Dinas LHK Lotim, H. Pathutahman saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah turun ke lokasi dan mengingatkan kepada pemilik tambang untuk mengurus izinnya sesuai aturan yang ada.
“Kita sudah ingatkan pemilik tambang untuk urus izinnya,” seraya mengatakan kami pastikan tidak ada pejabat kamu yang beking tambang ilegal tersebut.
Ditempat terpisah Kasi Humas Polresta Lotim AKP Nicolas Oesman saat dikonfirmasi mengaku belum ada laporan kalau ada oknum anggota Polsek atau Polres Lotim yang diduga beking tambang galian C ilegal di Pringgasela Timur.
“Kita dalami dulu kebenarannya agar menjadi jelas dan terang benderang,” tegasnya.(GL)








