GledekNews-Lotim. Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS) Lombok Timur,Sayadi mengkritik pernyataan Bupati Lotim, H.M. Sukiman Azmy di media mengenai keberadaan ritel modern di kecamatan hanya diberikan ijin dua buah saja. Tapi dalam realita dilapangan justru di sejumlah kecamatan menjamur keberadaan ritel modern tersebut.
Maka ini tentunya memberikan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap para PKL di Lotim.Dengan berkurangnya penghasilan yang diperoleh para PKL setiap harinya,akibat menjamurnya ritel modern yang menjalankan opersionalnya di Lombok Timur.
“Pak Bupati harusnya melihat data riil dilapangan jumlah ritel modern perkecamatan, agar tidak salah memberikan pernyataan,” tegas Sayadi di Selong,Senin (5|4).
Ia mencontohkan di kecamatan Selong saja lebih dari empat unit ritel modern berdiri. Belum lagi kecamatan lainnya sehingga ini tentunya tidak berbanding lurus dengan pernyataan Bupati Lotim di media.
“Yang mengatakan perkecamatan dua ritel modern diberikan ijin, Bupati peroleh data darimana,” ujarnya.
Tokoh LSM Lotim ini juga menagih janji politik Bupati Lombok Timur saat kampanye dulu terkait dengan keberadaan ritel modern tidak akan diberikan ijin lagi
Maka disambut baik para PKL dan UKM di Lotim yang merupakan mayoritas pendukung Sukma. Tapi dalam kenyataan justru hanya janji semua saja tidak sesuai dengan apa yang dikatakanya.
Dengan justru malah memberikan ijin kepada ritel modern untuk memperbanyak lokasinya di Lotim.
“PKL dan UKM menjadi kecewa dengan kebijakan Bupati yang memperbanyak ritel modern dan tentu imbasnya merugikan PKL dan UKM yang ada,” tandas Ketua SMS Lotim, Sayadi.
“Kami minta orang dekat Bupati jangan carmuk,tapi hendaknya berikan data yang ril tentang kondisi daerah,agar programnya terarah sesuai janji politiknya,” pintanya.(Jal).








