Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah orang tua penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengeluhkan kualitas menu yang disalurkan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Selong. Keluhan tersebut mencuat setelah makanan yang diterima anak-anak diduga sudah dalam kondisi basi.
Salah satu orang tua penerima manfaat mengaku kecewa dan kesal lantaran menu yang diterima anaknya tidak layak konsumsi. “Menu yang diterima anak saya sudah basi,” ujarnya saat ditemui di Selong, Kamis (9/1).
Keluhan serupa juga disampaikan melalui media sosial Facebook oleh akun bernama alfani Aja. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan kelayakan menu MBG untuk anak usia 3,5 tahun. Ia menilai jenis dan kualitas makanan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan balita.
“Mengeluh takut dosa… Dengan menu MBG yang diterima anak saya yang berusia 3,5 tahun, dengan menu yang wajar buat orang dewasa tapi tidak wajar untuk anak kecil. Di mana nasi + ayam sambal + urap yang basi, dengan buah anggur 4 biji yang diterimanya hari ini,” tulisnya.
Tak hanya soal rasa dan kesegaran makanan, unggahan tersebut juga mempertanyakan dapur MBG yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai sajian menu tersebut bertolak belakang dengan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis.
“Apakah ini termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak Indonesia serta kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil/menyusui, untuk menekan angka stunting dan malnutrisi?” lanjutnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG tersebut tiba di lokasi posyandu pada siang hari. Namun, menu diterima anak pada sore hari dalam kemasan berbeda dan tidak lagi menggunakan wadah omprengan. Orang tua harus mengambil makanan tersebut secara mandiri ke posyandu, sehingga diduga kualitas makanan menurun akibat jeda waktu distribusi.
Terpisah, terkonfirmasi melalui telpon via WhatsApp, Koordinator Wilayah BGN Lombok Timur, Agamawan, belum mengetahui dan enggan memberikan tanggapan terkait keluhan sejumlah orang tua di beberapa kelurahan mengenai menu MBG yang diduga basi tersebut.
Sementara pihak SPPG terkait, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan sejumlah orang tua di beberapa kelurahan mengenai menu MBG yang diduga basi tersebut. (GL)








