Gledeknews, Lombok Timur – Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh sejumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Timur menjadi sorotan para guru, siswa, serta wali murid penerima manfaat.
Keluhan tersebut muncul dari dua dapur MBG di wilayah Selong, Para penerima manfaat menilai menu yang disajikan pada Kamis (5/3) kurang menggugah selera dan dinilai tidak sebanding dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Di SPPG tersabut menu yang dibagikan kepada siswa dan guru berupa gorengan kentang kering, abon ayam, serta satu buah pisang. “Bagaimana kita bisa semangat memakan menu MBG seperti ini. Melihatnya saja sudah kurang menggairahkan,” ujar sejumlah penerima manfaat.
Sementara SPPG lainya, menu yang disajikan terdiri dari empat potong kentang yang telah dimasak, potongan daging ayam, serta satu potong tempe. Namun beberapa penerima manfaat menyoroti kondisi kentang yang terlihat menghitam.
“Kalau seperti ini menu yang disajikan, bagaimana penerima manfaat bisa bersemangat untuk memakannya. Kami sebagai orang tua juga kurang bersemangat melihatnya,” ujar sejumlah wali murid penerima manfaat dari dapur MBG tersebut
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Sorotan terhadap menu MBG juga muncul di Kecamatan Jerowaru. Beredar foto menu yang disebut sebagai menu tambahan dalam program MBG dari SPPG Wakan. Dalam foto tersebut terlihat satu roti dalam kemasan plastik, satu buah salak yang tampak rusak, serta minuman berwarna hijau dalam botol.
Terkait hal tersebut, Kepala SPPG Wakan, Ardi, memberikan klarifikasi bahwa menu yang beredar memang merupakan menu yang dibagikan pada hari tersebut. Namun ia menyayangkan pihak pengelola tidak menerima laporan terlebih dahulu dari sekolah sebelum informasi itu muncul di media.
“Memang itu menu kami pada hari ini. Namun biasanya jika ada temuan di lapangan kami harapkan disampaikan terlebih dahulu kepada penerima manfaat atau PIC kami agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya baru mengetahui persoalan tersebut setelah muncul di media, sementara pihak pengelola belum mengetahui secara pasti dari sekolah mana temuan itu berasal.
“Kami justru mengetahui lebih dulu dari media. Kami juga tidak tahu dari sekolah mana itu terjadi karena tidak ada keterangan atau konfirmasi kepada kami sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Lombok Timur, Agamawan Salam, mengakui masih ada sejumlah dapur MBG yang menyajikan menu belum sesuai dengan harapan penerima manfaat.
“Kita akui masih ada dapur yang penyajian menunya kurang sesuai harapan,” katanya beberapa waktu lalu saat di konfirmasi
Menurutnya, pihaknya terus mengingatkan pengelola SPPG maupun pemilik dapur agar menyajikan menu MBG sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Hal tersebut penting agar tidak menimbulkan keluhan dari guru, orang tua, maupun siswa yang menjadi sasaran program MBG.
“Kalau penyajiannya kurang baik tentu tidak menutup kemungkinan munculnya keluhan dari penerima manfaat,” ujarnya.
Agamawan juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang terjadi di lapangan akan dibuatkan laporan khusus untuk dipantau oleh pimpinan.
“Pimpinan nantinya yang akan memberikan teguran atau sanksi kepada SPPG yang penyajiannya belum sesuai dengan standar BGN agar segera melakukan perbaikan,” pungkasnya. (GL)








