Gledeknews, Lombok Timur – Para orang tua dan keluarga polisi yang dipukul sama seniornya meminta kepada pimpinan Polda NTB untuk mengusut tuntas kasus pemukulan 20 orang anggota polisi baru selesai dilantik yang dilakukan para seniornya dengan kejadiannya di Lombok Timur (Lotim), Minggu (22|12).
“Kami minta pimpinan kepolisian di NTB mengusut tuntas kasus agar menjadi pembelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukannya,” kata sejumlah orang tua polisi korban kasus pemukulan seniornya, Rabu (25|12).
Menurutnya, pihak orang tua tidak pernah dikasih tahu sama anaknya kalau ada kasus pemukulan yang dilakukan para seniornya. Tapi baru mengetahui setelah terjadi ribut di group WhatsApp orang tua masalah tersebut.
Kemudian setelah itu baru dikasih tahu kejadiannya yang sebenarnya. Sehingga tentunya sangat disayangkan adanya kejadian itu, apalagi dilakukan diluar tanpa sepengetahuan pimpinannya.
Begitu juga bekas pemukulan yang dilakukan seniornya masih membekas di badan anaknya,karena yang dipukul tetap pada ulu hatinya yang merupakan salah satu bagian tubuh paling rawan.
”Setelah kita lihat vidionya sungguh kurang terpuji apa yang dilakukan seniornya kepada juniornya bukan mendidik tapi kekerasan yang terjadi,” ujarnya para orang tua dan keluarga.
Sementara hasil temuan dilapangan yang dilakukan kalau kasus pemukulan Senior ke Yunior terjadi di salah satu gudang di wilayah kecamatan Sakra Lotim hari minggu siang (22|12) dari pukul 11.00 s.d 14.00 wita.
Dengan jumlah seniornya sembilan orang dan yuniornya sebanyak 20 orang dari jumlah keseluruhannya sebanyak 23 orang yang baru selesai pelantikan menjadi Bintara Polri di SPN Polda NTB Belanting dengan saat ini masih cuti atau liburan.
Kemudian setelah itu pemukulan secara bergantianpun dilakukan dengan para senior kepada korban menggunakan celana pendek warna putih dan telanjang dada.
Setelah itu kasus pemukulan senior ke Yunior menjadi ribut setelah tersebar vidio kasus pemukulan tersebut, sehingga dari pihak paminal Polda NTB langsung turun tangan untuk menuntaskan kasus tersebut.
Kabid Humas Polda NTB, AKBP M Kholid saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan terhadap proses kasus tersebut.(GL)








