Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur (Lotim) merespons keluhan wali murid terkait pengaturan parkir siswa di SMPN 1 Keruak.
Dua minggu lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim M. Nurul Wathoni, melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke sekolah tersebut sekaligus melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak di tingkat UPTD dan pimpinan sekolah.
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa pengaturan parkir di lingkungan sekolah merupakan kebijakan pimpinan sebelumnya yang kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah yang baru. Menanggapi hal tersebut, Dikbud Lotim meminta agar kebijakan tersebut dihentikan. “Pengaturan parkir harus dihentikan, apalagi jika di dalamnya ada jasa parkir. Bukan hanya soal sumbangan, tetapi juga karena siswa memang dilarang membawa motor ke sekolah,” tegas Kadis Dikbud, M. Nurul Wathoni saat dihubungi media ini. Senin (24/8).
Ia menjelaskan, larangan tersebut berkaitan dengan aspek keselamatan dan aturan hukum, mengingat sebagian besar siswa belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurutnya, apabila sekolah tetap menyediakan fasilitas parkir, hal itu justru bertentangan dengan kebijakan larangan siswa membawa kendaraan bermotor.
“Kalau kemudian sekolah menyiapkan tempat parkir, itu bertolak belakang dengan aturan. Demi keamanan siswa, mereka diminta tidak membawa motor ke sekolah,” tambahnya.
Selain itu, Wathoni juga menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan pungutan kepada siswa maupun wali murid. Ia mengingatkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan sumbangan atau partisipasi harus dibahas bersama komite sekolah dan dikoordinasikan dengan UPTD serta pengawas wilayah.
“Kalau ada kebijakan yang bersentuhan dengan sumbangan, harus melalui pembahasan bersama komite dan warga sekolah, serta koordinasi dengan UPTD dan pengawas. Tujuannya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.
Lebih jauh, ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat fokus pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam pengembangan minat dan bakat siswa serta pembinaan karakter.
“Kita ingin sekolah fokus pada peningkatan prestasi, pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan kreativitas siswa. Jangan sampai membuat program yang ujungnya berimbas pada pungutan,” pungkasnya.(GL)








