Gledeknews, Lombok Timur – Bantuan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah janji politik dari Pemerintahan Lombok Timur (Lotim) SMART. Dengan menganggarkan sebesar Rp 20 Milyar untuk sebanyak 31 ribu pelaku UMKM di Lotim.
Tetapi dalam pelaksanaannya dilapangan justru banyak pelaku UMKM yang tidak dapat bantuan tersebut. Bahkan dituding bantuan itu untuk timses Lotim SMART. Maka itu yang menyebabkan munculnya polemik dan protes dikalangan pelaku UMKM
Selain itu dari data yang ada, ditemukan adanya nama yang double penerima bantuan tersebut. Sedangkan pada sisi lainnya pemerintahan desa tidak dilibatkan dalam melakukan pendataan.
Apalagi dari Dinas Koperasi dan UMKM Lotim justru mengklaim bahwa sebelum penetapan telah melakukan verifikasi faktual terhadap para penerima bantuan.
“Program bantuan untuk pelaku UMKM, tetapi yang dapat banyak bukan pelaku UMKM. Bahkan ada indikasi yang dapat bantuan itu para pendukung Lotim SMART ,” keluh para pelaku UMKM di Lotim.
Sementara itu dalam pernyataan Bupati Lotim H. Haerul Warisin, justru melempar persoalan ke Dinas Koperasi dan UMKM Lotim selaku OPD yang membidangi persoalan ini.
Karena pemerintah meminta agar bantuan tersebut menyasar kepada pedagang kecil seperti bakulan, asongan, dan kaki lima yang memiliki modal terbatas.
Begitu juga Bupati Iron dengan tegas membantah kalau tidak ada timses yang mendapatkan bantuan tersebut. Akan tetapi pemerintah daerah memberikan bantuan ini sesuai dengan aturan yang ada.
“Saya tidak mencampuri teknis pendataan karena itu tugas dinas Koperasi, tetapi kalau ada yang salah nanti di perbaiki dan evaluasi,” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim Baiq Farida Apriliani mengatakan kalau penyaluran bantuan untuk pelaku UMKM ini telah sesuai regulasi yang ada.
“Kalau ada yang kurang atau salah nanti di perbaiki dan evaluasi,” katanya.
Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lotim M. Khairul Ihsan dengan tegas melakukan protes terhadap bantuan UMKM ini yang dinilai banyak salah sasaran, apalagi pihaknya tidak dilibatkan.(GL)








