Gledeknews, Lombok Timur – Aksi unjukrasa Eksekutif Kabupaten Laga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Lombok Timur (Lotim) hingga layangkan laporan ke Kejaksaan Negeri Lombok Timur mendapatkan sorotan dari kalangan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lotim.
Pasalnya, aksi unjukrasa itu terlalu berlebihan, karena isu yang di angkat oleh para aktivis mahasiswa tidak melalui data pendukung. Justru aksi tersebut yeng menimbulkan kegaduhan bukan justru menuduh Kadis Dikbud yang membuat kegaduhan.
“Kondisi dunia pendidikan Lotim yang kami rasakan saat ini, baik-baik dan nyaman-nyaman saja,” ujar Mahsun, S.Pd, Kabid advokasi dan perlindungan hukum PGRI Lotim, Sabtu (23|12)
Menurutnya, dengan aksi unjukrasa dari para aktivis mahasiswa beberapa waktu lalu justru menimbulkan kegaduhan dan anarkis yang mengarah kepada fitnah dan pencemaran nama baik. Bahkan tututan mencopot pejabat Kadis Dikbud Lotim sangat tidak tepat.
Karena pelayanan dan prestasi di Lingkup Dikbud Lotim dibuktikan dengan banyak piagam penghargaan yang diterima oleh Dikbud Lotim dari pemerintah Provinsi dan Pusat
“Reword dan penghargaan untuk kadis dikbud yang prestasi dan sukses meningkatkan IPM Lotim,” bebernya.
Atas itu, Mahsun meminta semua pihak dengan azas saling menghargai dan membangun etos kerja yang akuntabel dengan budaya husnuzon dan membiasakan diri melakukan kroscek yang mendalam. Sehingga harapnya untuk melakukan tabayun yang dilandasi dengan persaudaraan.
Salain itu, pihaknya juga berharap PJ Bupati Lotim untuk senantiasa menjadi mengayom dan pelindung bawahannya. Agar isu-isu liar secara propesional tidak menimbulkan kegaduhan di lingkup Dikbud dan PGRI Lotim.
“Kita harap Pj Bupati Lotim tidak termakan isu-isu liar. Agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tandansya.(GL)








