Gledeknews, Lombok Timur – Meski telah dilakukan evaluasi selama satu tahun, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih diwarnai berbagai persoalan di lapangan.
Evaluasi tersebut sebelumnya dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG Lotim bersama Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ditemukannya sejumlah masalah serius, mulai dari penyajian susu kedelai yang mengental, susu segar yang diduga kedaluwarsa, hingga menu makanan basi yang dibagikan kepada siswa.
Kasus terbaru terjadi di dapur MBG Pohgading 3 yang menyajikan menu basi kepada puluhan siswa di wilayah Labuhan Lombok.
Selain itu, dugaan keracunan massal juga mencuat di Kecamatan Suela, setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG dari dapur MBG Ketangga. Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan dan menjadi perhatian publik.
Tak hanya itu, keluhan juga datang dari siswa, guru, hingga orang tua wali murid yang menilai makanan dalam program MBG kurang diminati. Akibatnya, banyak menu MBG yang tidak habis dan tersisa.
Ketua Satgas MBG Lotim, HM Juaini Taofik, mengakui bahwa selama satu tahun perjalanan program MBG di Lotim, telah terjadi banyak permasalahan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program ke depan bisa lebih baik.
“Kami akui, selama satu tahun pelaksanaan program MBG ini memang masih banyak permasalahan. Ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk melihat apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki, serta apa yang sudah baik agar bisa ditingkatkan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Koordinator Wilayah MBG Lotim, Agamawan Salam. Ia tidak menampik adanya berbagai persoalan di lapangan dan menyebutnya sebagai catatan penting untuk peningkatan kualitas pelayanan.
“Memang kami tidak menampik adanya masalah-masalah tersebut. Semua itu menjadi catatan kami untuk terus melakukan perbaikan agar pelayanan MBG ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.(GL)








