Gledeknews, Lombok Timur – Jumlah pemilih golput atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanggal 27 November 2024 di Lombok Timur (Lotim) mencapai 280.056 orang.
Hal ini tentunya jauh lebih tinggi suara golput dengan perolehan pemenang Pilkada Lotim dengan jumlah suara yang didapatkan sebanyak 237.120 suara.
Sementara itu jumlah DPT Lotim sebanyak 994.467 orang pemilih,dengan suara sah sah sebanyak 686.130 suara,suara tidak sah sebanyak 28.281 suara,kemudian suara sah dan tidak sah sebanyak 714.411 suara.
Kemudian atas tingginya suara golput tersebut tentunya mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan di Bumi Patuh Karya ini seperti aktivis,para timses,relawan paslon,LSM maupun politikus
.Masak suara golput lebih tinggi daripada suara yang diperoleh pemenang Pilkada di Lotim,”katanya dengan penuh tanda tanya.
Selain itu, rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada karena kurang pihak KPU Lotim melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan adanya kebijakan yang dikeluarkan menjelang hari pencoblosan yakni warga harus membawa KTP saat pencoblosan.
Sementara pada sisi lainnya anggaran Pilkada yang diberikan pemerintah daerah sangat besar sekali.Maka tentunya tidak sebanding dengan jumlah DPT yang besar tapi tingkat partisipasi pemilih sangat rendah.
” Tingkat partisipasi pemilih rendah,angka golput tinggi maka tentunya KPU Lotim harus bertanggungjawab,” pintanya.
Sementara Ketua KPU Lotim,Ada Suci Makbullah kepada awak media menegaskan kalau tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak tahun 2024 mencapai 72 persen dari jumlah DPT yang ada sebanyak 994.467 orang.
Sementara dalam Pilkada tahun 2018 lalu tingkat partisipasi pemilih mencapai 76.66 persen. Sehingga tentunya ada tingkat penurunan 4,83 persen dari Pilkada 2018 lalu.
“Yang jelas ada penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 ini,” terangnya.(GL)








